finnews.id – Akhir tahun 2025 akan ditutup dengan salah satu peristiwa langit yang paling dinantikan: supermoon yang dikenal dengan nama Cold Moon. Bulan purnama ini akan muncul pada 4 Desember 2025 dan menjadi supermoon terakhir di tahun ini, membuat penampakannya lebih besar dan lebih terang dari biasanya.
Fenomena ini terjadi saat Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigee). Karena orbit Bulan berbentuk elips, jaraknya tidak selalu sama.
Ketika purnama bertepatan dengan perigee, ukuran Bulan bisa terlihat hingga 14 persen lebih besar dibanding saat berada di titik terjauh (apogee), yang dikenal sebagai micromoon.
Apa Itu Cold Moon?
Nama Cold Moon berasal dari sebutan suku-suku asli Amerika Utara, seperti suku Mohawk dan Mohican.
Nama tersebut muncul karena Bulan purnama di bulan Desember biasanya menandai datangnya suhu dingin dan malam yang lebih panjang. Bahkan beberapa suku menyebutnya sebagai Long Night Moon atau “bulan malam panjang”.
Meski berasal dari tradisi kuno, istilah Cold Moon tetap populer hingga kini dan digunakan secara luas oleh para pengamat astronomi modern.
Kapan Puncak Supermoon Cold Moon Terjadi?
Berdasarkan laporan Royal Observatory Greenwich dan Time and Date, puncak supermoon terjadi pada 4 Desember 2025 pukul 23.14 UTC. Jika dikonversikan ke waktu Indonesia (WIB), momen tersebut jatuh pada:
- Jumat, 5 Desember 2025 pukul 06.14 WIB
Meski Matahari biasanya sudah mulai terbit di beberapa wilayah, masyarakat tidak perlu khawatir. Bulan tetap akan terlihat indah dan besar beberapa malam sebelum dan sesudah tanggal tersebut, terutama saat terbit dan terbenam.
Cara Terbaik Menyaksikan Supermoon Desember 2025
Supermoon bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang, tanpa alat bantu seperti teleskop. Namun, agar pengalaman semakin maksimal, disarankan untuk:
- Mencari lokasi terbuka seperti pantai, perbukitan, atau lapangan luas
- Menghindari bangunan tinggi dan pohon yang menghalangi pandangan
- Menghadap ke arah timur saat Bulan terbit
- Memastikan langit cerah dan minim polusi cahaya
Menariknya, ketika baru muncul di cakrawala, Bulan sering tampak lebih besar karena ilusi optik alami yang hingga kini masih menjadi bahan kajian para ilmuwan.
Benarkah Supermoon Bisa Menyebabkan Bencana?
Tak sedikit mitos yang menyebut bahwa supermoon bisa memicu gempa atau tsunami. Faktanya, gaya gravitasi Bulan memang sedikit lebih kuat saat berada di perigee, sehingga dapat menyebabkan pasang laut lebih tinggi dari biasanya (perigean spring tide).
Namun, para ahli memastikan bahwa kenaikan air laut hanya beberapa sentimeter, bukan penyebab bencana besar seperti tsunami. Meski begitu, kondisi ini tetap berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir, terutama daerah rendah.
BPBD DKI Jakarta sendiri telah mengingatkan adanya potensi pasang maksimum air laut yang bisa memicu banjir pesisir (rob) akibat fenomena purnama dan supermoon.
Karena itu, masyarakat di kawasan pantai diimbau untuk:
- Menghindari aktivitas di pesisir saat pasang tinggi
- Memantau informasi cuaca dan peringatan resmi
- Meninggikan barang-barang penting di area rawan air
- Momen Langka yang Sayang Dilewatkan
Selain dampak alamnya, Cold Moon juga menjadi momen favorit pecinta fotografi dan astronomi. Cahaya Bulan yang lebih terang menciptakan panorama langit malam yang sangat indah dan dramatis.
Di beberapa negara, observatorium bahkan rutin menggelar acara pengamatan publik untuk mempelajari lebih jauh tentang pergerakan Bulan dan pengaruhnya terhadap Bumi.
Supermoon di awal Desember ini bukan hanya menyuguhkan keindahan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pergerakan benda langit selalu memiliki pengaruh bagi kehidupan di Bumi.
- Banjir rob Desember 2025
- Bulan lebih besar dan lebih terang
- Bulan purnama Desember 2025
- Cold Moon 4 Desember 2025
- Cold Moon artinya
- Fenomena astronomi Desember
- Fenomena Bulan purnama
- Fenomena langit akhir tahun 2025
- Long Night Moon
- Pasang laut saat supermoon
- Pengaruh supermoon terhadap Bumi
- Perigee dan apogee bulan
- Supermoon Cold Moon
- Supermoon dan micromoon
- Supermoon Desember 2025
- Supermoon terakhir 2025