Bodkhe juga menekankan pentingnya memperhatikan tekstur dan formula krim. Pilih yang ringan, cepat menyerap, tidak berminyak, memberikan hidrasi stabil, dan minim pewangi agar tidak memicu iritasi.
Jika kulit sedang iritasi, ia menyarankan untuk memulai dari pelembap dasar yang lembut dan menghindari bahan aktif kuat seperti Vitamin C, retinol, atau exfoliating acids. Penggunaan bahan aktif sebaiknya diperkenalkan secara bertahap saat kulit sudah kembali tenang.
Ia menambahkan, ada beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai. “Jika ada rasa terbakar, kemerahan, mengelupas, pembengkakan, dan kekeringan yang terus-menerus, segera hentikan penggunaan dan selalu membaca kemasan dan daftar bahan,” ujarnya.
Dr. Bodkhe juga tidak merekomendasikan kemasan krim mata dengan aplikator rol. Menurutnya, bahan logam atau aplikator keras dapat menarik dan menggores kulit tipis di bawah mata. “Aplikasikan dengan jari bersih dan berikan tekanan lembut,” katanya.
Selain produk skincare, perubahan gaya hidup juga sangat berpengaruh. Tidur cukup untuk mencegah mata lelah, menjaga hidrasi tubuh, mengelola alergi agar bengkak berkurang, dan membersihkan riasan dengan lembut menjadi langkah penting yang perlu dilakukan.
Jangan lupa, penggunaan tabir surya di area sekitar mata setiap hari juga sangat krusial. Langkah sederhana ini membantu mencegah pigmentasi akibat sinar matahari dan menjaga area bawah mata tetap sehat seiring waktu.