Home Internasional Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Siklon Mematikan di Asia, 1.100 Orang Kehilangan Nyawa
Internasional

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Siklon Mematikan di Asia, 1.100 Orang Kehilangan Nyawa

Bagikan
Banjir, Image: Hans / Pixabay
Bagikan

Hubungan dengan Perubahan Iklim

Para ahli meteorologi menekankan bahwa bencana ini tidak lepas dari perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Pemanasan laut menyediakan energi tambahan bagi badai tropis, sehingga meskipun jumlah siklon global tidak meningkat secara signifikan, intensitas dan curah hujan ekstrem menjadi lebih tinggi. Fenomena ini membuat wilayah yang biasanya jarang dilanda badai, seperti dekat ekuator, kini mengalami siklon langka yang lebih kuat.

Menurut Dr. Andri Ramdhani dari Badan Meteorologi Indonesia, kondisi geografis Indonesia biasanya membuat negara ini kurang rentan terhadap siklon tropis, namun belakangan frekuensi terbentuknya badai semakin meningkat. Kondisi serupa terlihat di Asia Tenggara lainnya, di mana kombinasi monsun dan siklon tropis memperparah risiko banjir dan tanah longsor.

Upaya Pemulihan dan Bantuan

Respons darurat sedang dilakukan di semua negara terdampak. Distribusi bantuan, evakuasi warga, dan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama. Pemerintah Sri Lanka, Thailand, Indonesia, dan Vietnam bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan untuk menyediakan makanan, obat-obatan, dan tempat penampungan sementara.

Meski hujan di beberapa wilayah mulai mereda, para ahli memperingatkan bahwa risiko banjir dan tanah longsor tetap tinggi, terutama di daerah rendah dan dekat sungai. Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya mitigasi risiko bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Kesimpulan

Banjir dan siklon mematikan yang melanda Asia baru-baru ini telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang signifikan, menewaskan lebih dari 1.100 orang dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi. Dampak terparah terlihat di Indonesia dan Sri Lanka, sementara Thailand, Vietnam, dan Malaysia juga mengalami kerusakan besar. Peristiwa ini menegaskan hubungan erat antara perubahan iklim dan cuaca ekstrem, sekaligus menyoroti kebutuhan mendesak akan strategi mitigasi bencana yang lebih kuat di seluruh Asia.

Referensi:

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Pasukan Israel Melakukan Invasi Baru di Wilayah Pedesaan Suriah

finnews.id – Pasukan Israel dilaporkan bergerak maju ke desa-desa di pedesaan Quneitra,...

Internasional

Greenland Memanas, Prancis Ingatkan AS Soal Kedaulatan Wilayah

Uni Eropa juga melihat kawasan Arktik sebagai wilayah yang rentan secara lingkungan....

NATO amankan Greenland dari Amerika Serikat
Internasional

Pasukan NATO Kepung Greenland: Tegaskan ke AS Tak Perlu Ambil Alih Wilayah Arktik

“Greenland Bukan Barang Dagangan” Sikap keras juga ditunjukkan oleh Perdana Menteri Greenland,...

Internasional

NATO Perkuat Kehadiran di Greenland di Tengah Klaim AS

Perspektif Internasional dan Reaksi Rusia Polandia menolak ikut serta dalam pengiriman pasukan,...