finnews.id – Ribuan pesawat Airbus kembali beroperasi normal setelah mengalami grounding sementara akibat masalah teknis yang terkait dengan radiasi matahari. Insiden ini memengaruhi sejumlah besar pesawat model A320, A318, A319, dan A321, memaksa maskapai di berbagai belahan dunia untuk menunda atau membatalkan beberapa penerbangan. Airbus segera mengambil langkah cepat dengan pembaruan software untuk sebagian besar pesawat dan penggantian komputer untuk model yang lebih tua.
Gangguan Operasional dan Respon Maskapai
Awal masalah terungkap setelah sebuah pesawat JetBlue Airways yang terbang antara Amerika Serikat dan Meksiko mengalami penurunan ketinggian mendadak pada Oktober 2025 dan harus mendarat darurat. Sedikitnya 15 penumpang mengalami cedera ringan. Investigasi Airbus menunjukkan bahwa komputer pesawat yang menghitung ketinggian dapat terganggu oleh radiasi matahari intens di ketinggian tinggi, terutama pada model A320 dan varian lainnya.
Sebagai langkah antisipasi, sekitar 6.000 pesawat Airbus model A320 di seluruh dunia sempat digrounding sementara. Dari jumlah tersebut, lebih dari 5.000 pesawat berhasil menerima update software secara cepat. Sementara itu, sekitar 900 pesawat yang lebih tua memerlukan penggantian komputer, dan proses ini bergantung pada ketersediaan perangkat baru.
Maskapai besar melaporkan dampak yang berbeda-beda. Air France mencatat beberapa penerbangan tertunda atau dibatalkan dari Bandara Charles de Gaulle di Paris. American Airlines memperingatkan adanya kemungkinan “operational delays”, tetapi mayoritas update selesai pada akhir pekan. Delta Airlines menyatakan dampak pada operasionalnya relatif terbatas.
Di Inggris, otoritas penerbangan sipil menyatakan bahwa maskapai bekerja semalaman untuk menyelesaikan update software, sehingga lalu lintas udara tidak mengalami gangguan signifikan. Bandara Gatwick melaporkan beberapa gangguan, sementara Heathrow dan Manchester tidak mengalami pembatalan besar. Luton bahkan menyatakan “tidak ada dampak yang diperkirakan”. Maskapai seperti British Airways dan Air India dilaporkan tidak terlalu terdampak.
Di Australia, Jetstar membatalkan sekitar 90 penerbangan akibat update yang sedang berlangsung. Namun, sebagian besar pesawat telah diperbarui, dan gangguan diperkirakan hanya berlangsung hingga akhir pekan. Air New Zealand sempat menangguhkan penerbangan A320-nya, tetapi semua penerbangan telah kembali beroperasi setelah update selesai.
Maskapai Eropa seperti EasyJet dan Wizz Air melaporkan update software telah selesai, sehingga operasional kembali normal. CEO Airbus, Guillaume Faury, meminta maaf atas “tantangan logistik dan keterlambatan” yang terjadi, dan menegaskan bahwa tim Airbus bekerja untuk menyelesaikan update secepat mungkin.
Penyebab Teknis dan Solusi
Masalah ini berkaitan dengan perangkat lunak yang menghitung ketinggian pesawat. Radiasi matahari yang kuat dapat merusak data komputer, menyebabkan potensi gangguan keselamatan di ketinggian tinggi. Airbus segera merilis pembaruan software untuk model-model terbaru dan mengganti komputer pada pesawat yang lebih tua.
French Transport Minister Philippe Tabarot menyatakan bahwa pembaruan software “berjalan sangat lancar” untuk lebih dari 5.000 pesawat, dan kurang dari 100 pesawat masih memerlukan update. Proses ini dilakukan secara cepat dan sistematis agar gangguan terhadap penumpang dan jadwal penerbangan dapat diminimalkan.
Dampak Global dan Upaya Mitigasi
Insiden ini menyoroti pentingnya kesiapan teknis dan pemantauan radiasi matahari dalam operasional penerbangan. Maskapai dan otoritas penerbangan di seluruh dunia telah berkoordinasi dengan Airbus untuk memastikan keselamatan penumpang tetap terjaga.
Airbus menyatakan bahwa mereka akan terus memantau semua pesawat yang terdampak, memastikan update software dilakukan pada jadwal yang aman. Maskapai diminta untuk menyesuaikan operasional sesuai kondisi dan memastikan komunikasi yang jelas kepada penumpang.
Gangguan ini menjadi pengingat bahwa teknologi modern tetap rentan terhadap faktor alamiah, termasuk radiasi matahari, dan penting bagi produsen pesawat serta maskapai untuk menyiapkan sistem mitigasi yang cepat dan efektif.
Ribuan pesawat Airbus kini telah kembali beroperasi, dan sebagian besar maskapai global melaporkan operasional normal, meskipun beberapa pesawat tua masih menunggu penggantian komputer. Langkah cepat Airbus dan kerja sama dengan maskapai di seluruh dunia berhasil mencegah potensi gangguan besar bagi penerbangan internasional.
Referensi:
BBC, CNN, The Guardian, Reuters, Air Transport World