Catatan Dahlan Iskan

Parade Kalkun

Bagikan
Bagikan

Jo Neca

Kenapa Gajah Duduk pailit..Karena jarang berdiri..Ambeien jadinya.Ingat kalau duduk ..Apalagi sofa empuk.Janganlah lupa berdiri..

Lagarenze 1301

Duluuu, Ramadan tiba identik dengan sarung. Menjelang Idul Fitri, perusahaan tempat saya bekerja tak hanya membagikan THR, tapi juga sarung. Mereknya: Gajah Duduk (huruf j-nya tanpa d). Tiap tahun. Sarung itu selalu saya serahkan ke ibu. Tapi, saat hendak Salat Id, sarung yang kami bersaudara pakai justru sarung merek lain. Hasil kulakan ibu di pasar. Sarung yang harganya jauh lebih murah. Beberapa hari setelah ibu dipanggil Yang Maha Kuasa, saya membuka lemari pribadinya. Saya menemukan tumpukan sarung Gajah Duduk. Rapi. Masih utuh dengan plastiknya. Tidak pernah dibuka. Saya memahami ibu menyimpan sarung itu sebagai barang yang sangat berharga. Hasil jerih payah anaknya, yang karena tuntutan pekerjaan, kadang baru pulang ke rumah setelah lewat tengah malam. Time flies. Bertahun-tahun lalu, pertanda Ramadan tiba tetap sarung: kalau iklannya di TV sudah ramai. Sekarang, sudah jarang orang yang nonton TV. Namun, pertanda Ramadan tiba tetap sarung. Meski tidak banyak lagi yang memakainya. Untuk Salat Tarawih. Dan, Salat Id.

Jokosp Sp

Wah tanggung sekali bahasa Banjarnya. Seikit ulun artiakanlah. Asalnya ulun kada’ pinandu lawan Klolid Bawazier. Ulun pina ragu rakat basalaman di Jeddah dua minggu nang lalu. Sidin pina baubah lawan 10 tahun nang lalu. Janggutnya bapanjang. Umur sidin sudah 68 tahun. “Ulun rancak ke Surabaya” ujar sidin nang kelahiran Jalan Sasak, Ampel, Surabaya. Wahini Kholid tarancak ada di Jeddah. Bisnisnya (usahanya) di Arab Saudi makin baganal. Wahini usahanya lawan Kapal Api maulah pabrik Kopi Kapal Api Wazaran. Kalau janggut masih sama dalam bahasa Banjar “janggut”. Beda kalau kumis bisa “sasingut”, atau dalam bahasa Banjar Kuala disebut “sasengot”. Ini pasti karena Galuh Banjar seringnya diajak ngomong jowo, jadi akhirnya sepotong-potong bahasa Banjarnya terselip……:) 🙂 🙂

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Rafael Zainal  

Ia aktif di gerakan pembelaan apa saja yang jadi korban kapitalisme. Termasuk...

Catatan Dahlan Iskan

Amang Tabung

Proses menggugurkannya pun mudah. Janin itu disuntik. Akan mati sendiri. Mati dalam...

Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--
Catatan Dahlan Iskan

Reflek Radjimin

Bahkan jantung bisa berdetak tanpa alat bantu. Tapi semua itu terjadi secara...

Catatan Dahlan Iskan

Sirrul Cholil

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺 KARTU POS ADALAH NENEK MOYANGNYA “WhatsApp”… “Tiap...