Catatan Dahlan Iskan

Parade Kalkun

Bagikan
Bagikan

Presiden Donald Trump sendiri memanfaatkan Thanksgiving untuk posting misinya di medsos. Bukan untuk mengucapkan selamat hari raya, tapi untuk yang satu ini: pernyataan sikapnya yang anti imigrasi. Imigran, katanya, telah memakan jatah makannya orang Amerika.

Trump memanfaatkan acara makan-makan itu untuk menyadarkan orang Amerika bahwa sebagian makannya telah direbut oleh imigran.

Apalagi dua hari sebelum Thanksgiving tahun ini terjadi tragedi: seorang imigran asal Afghanistan menembak dua tentara Amerika: Sarah Beckstrom (gadis 20 tahun) dan Andrew Wolfe (24 tahun). Sarah meninggal di rumah sakit. Andrew dalam keadaan kritis. Dua orang tentara itu sedang bertugas di ibu kota. Keduanya bagian dari tentara federal yang ditugaskan Trump ikut memberantas kriminalitas di Washington DC.

Trump memang punya program khusus bidang imigrasi. Yang sudah telanjur mendapat kewarganegaraan akan ditinjau ulang. Yang sedang mengajukan diperketat. Yang belum masuk Amerika dicegah.

Penembak dua tentara itu bernama Rahmanullah Lakanwal. Umurnya 29 tahun. Anaknya lima.

Rahmanullah adalah bagian dari 60.000 orang Afghanistan yang masuk Amerika di zaman Presiden Joe Biden. Yakni setelah Amerika menarik diri dari perang Afghanistan yang sudah berlangsung 12 tahun.

Saat masih di Afghanistan Rahmanullah bekerja untuk tentara Amerika. Ia bagian dari operasi intelijen Amerika CIA.

Maka ketika Amerika mundur dari perang Afghanistan, orang seperti Rahmanullah ikut lari ke Amerika. Kalau tetap tinggal di Afghanistan hidupnya terancam. Ia akan dianggap sebagai pengkhianat bangsa.

Di Amerika ia tinggal di negara bagian Washington. Yakni di satu kota dekat perbatasan Kanada.

Dari rumahnya di pantai barat negara bagian Washington itu Rahmanullah bermobil membelah benua Amerika menuju pantai timur Amerika: Washington DC.

Di ibu kota itulah ia mengarahkan senjata ke jajaran tentara secara membabi buta. Setelah dua tentara tersungkur beberapa tentara meringkusnya. Sampai hari ini belum diketahui motifnya. Amerika langsung menggolongkannya sebagai teroris.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Tujuan IsAm

Apakah Amerika akan melakukan itu? Rasanya Kongres Amerika akan mencegahnya. Di perang...

Catatan Dahlan Iskan

Krisis Bahlil

Di bulan Januari mulailah beberapa rencana kerja disetujui. Banyak yang tidak cocok...

Catatan Dahlan Iskan

Bom Suci

Di catur, ketika raja mati, permainan selesai. Di Iran, Ali Khamenei bukanlah...

Catatan Dahlan Iskan

Imlek Banteng

Sudah begitu lama saya tidak masuk lapangan Banteng. Sesekali hanya melewatinya. Yakni...