Home News Ribuan Kayu Gelondongan Banjiri Sumut, WALHI Tuding Illegal Logging dan Korporasi Biang Keladi Bencana Ekstrem
News

Ribuan Kayu Gelondongan Banjiri Sumut, WALHI Tuding Illegal Logging dan Korporasi Biang Keladi Bencana Ekstrem

Bagikan
Illegal Logging Sumut
Ribuan kayu gelondongan pasca-banjir bandang di Sumut memicu sorotan tajam. WALHI Sumut menuding praktik illegal logging dan kehadiran tujuh korporasi perusak lingkungan di DAS Batang Toru memperparah bencana. Gubernur Bobby Nasution fokus pada evakuasi.Foto:Tangkapan Layar Walhi
Bagikan

Finnews.id – Bencana banjir bandang yang menerjang sedikitnya tujuh kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) memicu skandal lingkungan yang menarik perhatian publik. Setelah beredarnya video yang menampilkan ribuan kayu gelondongan hanyut bersama arus deras di media sosial, dugaan praktik pembalakan liar (illegal logging) di wilayah hulu kini menjadi sorotan utama.

Kayu-kayu tersebut terlihat jelas terbawa arus banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga.

Temuan ini memicu kritik keras dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara. WALHI secara terbuka menuding faktor pendukung besarnya bencana ekstrem ini bukan hanya perubahan iklim semata, melainkan adanya praktik illegal logging yang masif dan berkurangnya fungsi hidrologis di areal tangkapan air Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru.

Tudingan Langsung WALHI Kepada Tujuh Korporasi

WALHI Sumut tidak hanya menuding pembalakan liar, tetapi juga secara spesifik menyoroti kehadiran sejumlah korporasi besar yang beroperasi di sekitar lanskap Batang Toru.

Organisasi lingkungan ini mendesak pemerintah untuk segera memeriksa seluruh izin dari entitas bisnis yang dianggap merusak lingkungan tersebut.

Korporasi yang disebut WALHI berdiri megah di sekitar lanskap Batang Toru dan disinyalir memperparah bencana antara lain:

Tambang emas PT Agincourt Resources (Martabe) di Tapanuli Selatan.

PLTA North Sumatera Hydro Energy di Tapanuli Selatan.

PLTMH Pahae Julu.

Geothermal PT SOL di Tapanuli Utara.

PKR PT Toba Pulp Lestari di Tapanuli Utara.

Perkebunan Sawit PT Sago Nauli di Tapanuli Tengah.

Perkebunan Sawit PTPN III Batang Toru di Tapanuli Selatan.

“Ini bukan hanya sekedar perubahan iklim dan intensitas hujan tinggi. Tetapi faktor pendukung besarnya yaitu illegal logging yang cukup masif,” tegas WALHI Sumut memalui akun IG-nya, Jumat 28 November 2025.

Gubernur Bobby Nasution Prioritaskan Evakuasi dan Logistik

Menanggapi isu ribuan gelondongan kayu yang viral, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution memberikan tanggapan yang terukur. Saat ditanya wartawan mengenai dugaan illegal logging yang diangkat publik, Bobby mengaku akan meninjau masalah tersebut setelah situasi darurat bencana terkendali.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Persiapan berangkat haji
News

Tradisi Walimatus Safar: Kemenkes Ingatkan Jemaah Haji 2026 Tak Terjebak Tradisi yang Mengancam Nyawa

finnews.id – Niat hati merayakan syukuran sebelum berangkat ke Tanah Suci, namun...

News

Penyebab Bocornya KM Nabilah di Kepulauan Seribu Utara

finnews.id – Kecelakaan laut menimpa kapal kayu KM Nabilah di perairan tenggara...

News

TNI Gelar Operasi Senyap Selamatkan Karyawan PT Freeport dari OPM

finnews.id – Kesiapsiagaan dan ketangkasan personel TNI harus diuji secara nyata di...

InternasionalNews

Seorang Wisatawan Wanita Meregang Nyawa karena Diserang Hiu

finnews.id – Serangan hiu adalah peristiwa ketika hiu menggigit atau melukai manusia,...