Home Lifestyle Mengapa di Indonesia Tidak Turun Salju Menjelang Natal Tiba?
Lifestyle

Mengapa di Indonesia Tidak Turun Salju Menjelang Natal Tiba?

Bagikan
Indonesia Tidak Turun Salju
Salju, Image: Susanne Jutzeler / Pexels
Bagikan

finnews.id – Indonesia tidak turun salju meskipun Natal sering identik dengan salju di negara lain.

Fenomena ini menarik karena berkaitan dengan letak geografis, iklim tropis, dan kondisi meteorologi unik di Nusantara.

Memahami hal ini membantu kita menyadari bahwa perayaan Natal di Indonesia berbeda dari negara bersalju.

Letak Geografis yang Tropis

Indonesia terletak di garis khatulistiwa, sehingga memiliki iklim tropis sepanjang tahun. Suhu rata-rata berkisar antara 23°C hingga 32°C.

Kondisi ini jauh di atas titik beku 0°C, sehingga salju tidak bisa terbentuk.

Selain itu, Indonesia memiliki dua musim utama: musim hujan dan musim kemarau.

Hujan yang turun selalu berupa air, bukan salju, karena suhu udara tetap hangat.

Dengan begitu, Natal yang jatuh di bulan Desember tetap hanya hujan biasa di beberapa wilayah.

Topografi dan Pegunungan Tinggi

Beberapa daerah pegunungan tinggi, seperti Puncak Jaya di Papua, memang memiliki salju abadi.

Namun, wilayah ini sangat terpencil dan bersuhu rendah sepanjang tahun.

Kota-kota besar atau dataran rendah tetap hangat, sehingga pengalaman Natal bersalju tidak umum bagi masyarakat Indonesia.

Adaptasi Perayaan Natal di Indonesia

Karena tidak ada salju, masyarakat menyesuaikan perayaan Natal dengan kondisi lokal.

Tradisi Natal lebih menonjolkan dekorasi, lampu, dan pohon Natal.

Beberapa mal atau tempat wisata bahkan menghadirkan salju buatan agar nuansa Natal terasa seperti di negara bersalju.

Pendekatan ini menunjukkan kreativitas masyarakat Indonesia dalam merayakan Natal.

Suasana hangat tropis tetap menghadirkan rasa kebersamaan tanpa perlu salju alami.

Kesimpulan

Indonesia tidak turun salju karena letak geografis, iklim tropis, dan suhu yang selalu hangat.

Meski demikian, Natal di Indonesia tetap meriah dengan cara yang unik.

Hal ini membuktikan bahwa makna Natal tidak bergantung pada salju, melainkan pada kebersamaan dan suasana hangat bersama keluarga.

Referensi:

  • National Geographic. “Why Some Places Never See Snow.” National Geographic, 2023.

  • World Atlas. “Countries That Experience Snow.” World Atlas, 2022.

  • Weather.com. “Indonesia Climate Guide.” The Weather Channel, 2023.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Fenomena Cewek Chindo PIK: Antara Gaya Hidup, Identitas, dan Stereotip Media Sosial

finnews.id – Istilah “Cewek Chindo PIK” belakangan kerap muncul di media sosial,...

Lifestyle

Tahun Kuda Api di Imlek 2026: Simbol Energi, Keberanian, dan Perubahan

finnews.id – Imlek 2026 menandai datangnya Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa....

Lifestyle

Imlek 2026, Shio yang Dirayakan jadi Simbol Energi dan Keberanian

finnews.id – Imlek atau Tahun Baru Imlek adalah perayaan Tahun Baru dalam...

Lifestyle

Imlek 2026: Kapan, Filosofi dan Tradisi Perayaannya

finnews.id – Tahun Baru Imlek jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026...