Home Lifestyle Bukan Sinterklas, Pria Gemuk yang Masuk Lewat Cerobong Asap di Malam Natal Itu Santa Claus
Lifestyle

Bukan Sinterklas, Pria Gemuk yang Masuk Lewat Cerobong Asap di Malam Natal Itu Santa Claus

Bagikan
Santa Claus
Santa Claus
Bagikan

Kendaraan Santa

Pada malam Natal, Santa menaiki kereta luncur yang ditarik rusa kutub.

Kemudian ia bergerak dari satu rumah ke rumah lain.

Setibanya di rumah anak-anak, Santa turun melalui cerobong asap dan menaruh hadiah di kaus kaki atau di bawah pohon Natal.

Anak-anak sering meninggalkan susu dan kue sebagai tanda terima kasih.

Setelah itu, ia kembali ke kereta salju dan melanjutkan perjalanan ke rumah berikutnya.

Tradisi ini menekankan unsur kejutan, keajaiban, dan kegembiraan, yang membedakan Santa dari Sinterklas Belanda, yang biasanya hadir berjalan kaki atau menunggang kuda.

Kesalahpahaman di Indonesia

Perbedaan Sinterklas dan Santa Claus
Sinterklas (kiri) dan Santa Claus (kanan), Ilustrasi: DALL·E 3

Kesalahan umum di Indonesia muncul karena nama Sinterklas mungkin terdengar mirip dengan Santa .

Atau tidak sedikit pula yang berpikir jika Sinterklas adalah terjemahan lokal dari Santa Claus itu sendiri.

Namun perlu dipahami bahwa keduanya adalah sosok berbeda, termasuk dengan cara mereka membagikan hadiah.

Sinterklas lebih fokus pada parade, pemberian hadiah langsung, dan simbol gereja Eropa, sedangkan Kris Kringle membawa kereta salju, rusa terbang dan turun lewat cerobong asap.

Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat bisa menjelaskan dengan tepat siapa Santa Claus dan siapa itu Sinterklas dan mengapa tradisi mereka ini unik.

Santa dan Sinterklas tetap menjadi ikon magis Natal yang terkenal di seluruh dunia dan selalu orang kaitkan dengan malam Natal penuh keajaiban.

Penutup

Intinya, pria gemuk berjanggut putih yang turun lewat cerobong asap di malam Natal adalah Santa Claus, bukan Sinterklas.

Tradisi ini muncul dari legenda Santo Nikolas, cerita rakyat Eropa dan puisi klasik Amerika.

Santa menjadi figur yang menyatukan anak-anak dan orang dewasa dalam kegembiraan pemberian hadiah.

Dengan memahami asal-usul, metode membagikan hadiah, dan ciri khasnya, masyarakat bisa meluruskan kesalahpahaman dan menghargai warisan budaya yang melekat pada karakter ini.

Referensi:

Bagikan
Artikel Terkait
gula tersembunyi dalam makanan sehat
Lifestyle

Label ‘Sehat’ Belum Tentu Aman, Waspada Gula Tersembunyi dalam Makanan Kemasan

Akibatnya, tingkat kemanisan produk justru meningkat. “Makanan kita sekarang bahkan lebih manis...

Super Flu H3N2 Ancam Indonesia
Lifestyle

HATI-HATI! Super Flu H3N2 Ancam Indonesia

Finnews.id – Kasus influenza varian H3N2 atau yang dikenal dengan “super flu”...

Lifestyle

Nasi Biryani jadi Menu Favorit India? Ini Manfaat Kesehatannya

finnews.id – Siapa yang tidak mengenal Nasi Biryani? Nasi biryani dengan topping...

Lifestyle

Tak Ada Kopi? Minuman ini Ternyata Bisa Usir Kantuk

Cokelat mengandung kafein alami dan bisa meningkatkan energi sekaligus suasana hati. Pilih...