Home News Kebutuhan Dokter Spesialis Masih Jauh dari Cukup, Menkes Soroti Gugatan UU Kesehatan Hambat Pemerataan
News

Kebutuhan Dokter Spesialis Masih Jauh dari Cukup, Menkes Soroti Gugatan UU Kesehatan Hambat Pemerataan

Bagikan
krisis dokter spesialis di Indonesia
Menkes Budi Gunadi mengungkap Indonesia baru memenuhi 47% kebutuhan dokter spesialis. Upaya pemerataan melalui pola hospital based terhambat oleh gugatan terhadap UU Kesehatan di Mahkamah Konstitusi.Foto:ANT
Bagikan

Ia menilai keberlanjutan sistem baru pendidikan spesialis sangat penting untuk mengatasi minimnya tenaga medis di daerah.

Pemerataan Dokter Menjadi Kebutuhan Mendesak

Budi menegaskan bahwa kebijakan pemerataan dokter bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Banyak daerah masih harus merujuk pasien ke kota besar karena tidak memiliki dokter spesialis dasar seperti penyakit dalam, bedah, atau anak.

Melalui pola hospital based, Kemenkes berharap setiap kabupaten/kota dapat memiliki minimal beberapa tenaga spesialis inti sehingga layanan kesehatan tidak lagi bergantung pada Jakarta atau kota besar lainnya.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Situasi terkini stasiun Gambir Jakarta
News

Mudik Gratis KAI Lebaran 2026 Dibuka: Cek Syarat, Rute, dan Cara Daftarnya

finnews.id – Kabar yang ditunggu-tunggu pemudik akhirnya tiba! PT Kereta Api Indonesia...

News

Sesar Cisadane Ancaman Gempa Baru Jabodetabek  

Sesar Citarik, yang membentang dari Sukabumi hingga Bekasi dan beberapa kali memicu...

Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien! Kemenkes Pasang Badan Buat Peserta JKN yang Nonaktif
News

Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien! Kemenkes Pasang Badan Buat Peserta JKN yang Nonaktif

finnews.id – Kabar penting buat kamu para pengguna BPJS Kesehatan! Kementerian Kesehatan...

News

Maluku Dipercaya Jadi Laboratorium Toleransi Antarumat Beragama

Sadali menambahkan, pihaknya siap membangun kolaborasi lintas sektor agar nilai toleransi benar-benar...