Home News Game Online Jadi Pintu Masuk Radikalisasi Anak? Pemerintah Siapkan Aturan Baru Pasca Ledakan SMAN 72
News

Game Online Jadi Pintu Masuk Radikalisasi Anak? Pemerintah Siapkan Aturan Baru Pasca Ledakan SMAN 72

Bagikan
radikalisasi melalui game online
BNPT mengungkap tren rekrutmen terorisme melalui game online yang menyasar anak muda. Pemerintah menegaskan perlunya regulasi tanpa menyalahkan game secara sepihak, menyusul kasus ledakan SMAN 72 Jakarta.Foto:Humas BNPT/YouTube
Bagikan

Finnews.id – BNPT mengungkap tren rekrutmen terorisme melalui game online yang menyasar anak muda. Pemerintah menegaskan perlunya regulasi tanpa menyalahkan game secara sepihak, menyusul kasus ledakan SMAN 72 Jakarta.

Game Online Fenomena Baru Rekrutmen Terorisme di Ranah Digital

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyoroti munculnya pola baru rekrutmen kelompok ekstremis yang memanfaatkan ruang digital, termasuk platform game online.

Kepala BNPT Eddy Hartono menyebut tren ini sudah terdeteksi dan menunjukkan peningkatan, terutama pada kelompok usia muda yang aktif di media sosial dan permainan daring.

“Beberapa jaringan terorisme di Indonesia merekrut anak-anak muda lewat media sosial termasuk game online dan telah kami tindaklanjuti,” kata Eddy dalam keterangan tertulis, Kamis 13 November 2025.

Peringatan ini disampaikan saat Eddy menerima kunjungan Chairman of the International Steering Board of Hedayah, Dr. Ali Rashid Alnuaimi, di Jakarta. Keduanya membahas perkembangan ancaman digital yang semakin kompleks.

Game Online Dinilai Jadi Kanal Baru Perekrutan

Dr. Ali Rashid Alnuaimi menegaskan bahwa metode rekrutmen ekstremis mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya kelompok teroris berkomunikasi langsung atau melalui media sosial, kini mereka memanfaatkan ekosistem game untuk menjaring simpatisan muda.

“Kelompok teroris merekrut kombatan dengan game online,” ujarnya.

Menurut Rashid, anak muda mudah terjerat karena merasa hanya “sedang bermain”, padahal ada pesan ideologis yang disisipkan.

Ia memperingatkan bahwa ancaman ini bersifat global sehingga memerlukan respons strategis. Rashid juga menekankan pentingnya peran BNPT sebagai garda terdepan keamanan nasional.

BNPT Genjot Penguatan Ruang Digital

BNPT berupaya menutup celah radikalisasi dengan memperkuat literasi digital melalui program Duta Damai. Program ini mengajak anak muda untuk mengisi ruang internet dengan narasi positif dan memperkuat strategi kontra-radikalisasi.

Eddy menilai bahwa pelibatan generasi muda menjadi langkah penting untuk merespons pola rekrutmen yang kini berpindah ke ranah digital interaktif seperti game online.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Situasi terkini stasiun Gambir Jakarta
News

Mudik Gratis KAI Lebaran 2026 Dibuka: Cek Syarat, Rute, dan Cara Daftarnya

finnews.id – Kabar yang ditunggu-tunggu pemudik akhirnya tiba! PT Kereta Api Indonesia...

News

Sesar Cisadane Ancaman Gempa Baru Jabodetabek  

finnews.id – Sebuah temuan geologi mengejutkan baru-baru ini mengungkap jalur patahan besar...

Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien! Kemenkes Pasang Badan Buat Peserta JKN yang Nonaktif
News

Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien! Kemenkes Pasang Badan Buat Peserta JKN yang Nonaktif

finnews.id – Kabar penting buat kamu para pengguna BPJS Kesehatan! Kementerian Kesehatan...

News

Maluku Dipercaya Jadi Laboratorium Toleransi Antarumat Beragama

finnews.id – Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan Maluku sebagai model nasional dalam...