Home News Apa Itu Nitrit? Zat Disebut Racuni Menu MBG di Bandung Barat
News

Apa Itu Nitrit? Zat Disebut Racuni Menu MBG di Bandung Barat

Bagikan
Keracunan Nitrit Bandung Barat
Nitrit (NO2) menjadi sorotan utama setelah diduga memicu keracunan 21 siswa di Bandung Barat melalui menu makan bergizi (MBG). Foto: Unsplas @Kelly Sikkema
Bagikan

Finnews.id – Nitrit (NO2) tengah menjadi sorotan karena diduga menjadi penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa hasil rapid test dan uji laboratorium dari Labkesmas Bandung Barat menunjukkan dugaan kuat keracunan disebabkan oleh tingginya kadar nitrit pada beberapa bahan makanan yang dikonsumsi.

Lalu apa itu Nitrit, mengapa zat ini mematikan dalam dosis tinggi serta bagaimana praktik pertanian berlebihan dapat memperburuk risiko?

Mengenal Nitrit: Zat Kimia Bermanfaat yang Berubah Menjadi Racun

Mengut data ilmiah kesehatan pangan, Nitrit (dengan rumus kimia NO2)
adalah senyawa kimia yang secara alami terdapat di lingkungan dan juga ditambahkan ke makanan sebagai bahan pengawet.

Dalam industri pangan, natrium nitrit (Sodium Nitrite) lazim digunakan, terutama pada produk daging olahan seperti sosis, bacon, dan ham, karena berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri (terutama Clostridium botulinum) dan mempertahankan warna merah muda yang menarik.

Namun, ketika masuk ke dalam tubuh manusia dalam dosis yang terlalu tinggi, nitrit dapat menjadi racun yang berbahaya.

Mekanisme Racun: Ketika Nitrit Mengubah Darah

Bahaya nitrit bagi kesehatan terletak pada kemampuannya bereaksi dengan hemoglobin, protein dalam darah yang bertugas mengikat dan membawa oksigen. Proses ini disebut Methemoglobinemia.

Ketika nitrit memasuki aliran darah, ia mengoksidasi zat besi dalam hemoglobin, mengubahnya menjadi methemoglobin. Methemoglobin tidak mampu mengikat oksigen secara efektif, sehingga menyebabkan tubuh (terutama otak) kekurangan oksigen.

Gejala Keracunan Nitrit: Gejala yang muncul akibat Methemoglobinemia antara lain mual, pusing, sakit kepala, bibir dan kulit kebiruan (sianosis), hingga ketidaknyamanan perut. Efek ini umumnya tidak muncul secara instan, melainkan terlambat (delayed effect), berbeda dengan keracunan bakteri yang biasanya bereaksi cepat.

Nitrit: Bukan Hanya Pengawet, Tapi Juga Pertanian

Meskipun terkenal sebagai pengawet daging, sumber nitrit tinggi yang paling sering menyebabkan keracunan mendadak adalah melalui:

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Situasi terkini stasiun Gambir Jakarta
News

Mudik Gratis KAI Lebaran 2026 Dibuka: Cek Syarat, Rute, dan Cara Daftarnya

finnews.id – Kabar yang ditunggu-tunggu pemudik akhirnya tiba! PT Kereta Api Indonesia...

News

Sesar Cisadane Ancaman Gempa Baru Jabodetabek  

finnews.id – Sebuah temuan geologi mengejutkan baru-baru ini mengungkap jalur patahan besar...

Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien! Kemenkes Pasang Badan Buat Peserta JKN yang Nonaktif
News

Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien! Kemenkes Pasang Badan Buat Peserta JKN yang Nonaktif

finnews.id – Kabar penting buat kamu para pengguna BPJS Kesehatan! Kementerian Kesehatan...

News

Maluku Dipercaya Jadi Laboratorium Toleransi Antarumat Beragama

finnews.id – Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan Maluku sebagai model nasional dalam...