Meskipun beberapa kali diundang ke berbagai daerah, Gus Elham memilih mengabdi di kampung halamannya, Kediri. Ia menilai tanah kelahiran membentuk dirinya, sehingga pengabdian lokal menjadi prioritas. Contohnya, pada Ramadhan 2024, ia menolak undangan ceramah di luar daerah demi mengajar santri di pondoknya.

Gus Elham menekankan bahwa dakwah tidak harus dilakukan dari mimbar saja, tetapi bisa melalui pendampingan, pengajaran, dan keteladanan langsung kepada murid-murid. Ia juga mendirikan Pondok Pesantren Al Ikhlas 2 di Desa Kaliboto, Tarokan, sebagai cabang dari pondok yang diasuh ayahnya. Selain itu, sejak September 2023, ia menginisiasi Majelis Taklim Ibadallah (MT Ibadallah) sebagai bagian dari kontribusinya terhadap pengembangan dakwah lokal.