Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi sekitar tengah hari di dekat pengeras suara masjid.
Kepala Polisi Jakarta, Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa jenis bahan peledak masih diselidiki. Akibat ledakan, sejumlah siswa mengalami gangguan pendengaran, dan 29 siswa masih dirawat di rumah sakit karena luka bakar serta cedera lain.
Dari lokasi kejadian, polisi juga menyita sebuah mainan submachine gun milik pelaku, yang bertuliskan slogan supremasi kulit putih dan nama dua neo-Nazi yang pernah dihukum di Kanada dan Italia.
Meski demikian, aparat menegaskan insiden ini bukan serangan teroris. Laporan media lokal menyebut pelaku adalah siswa kelas 12 yang sering dibully dan diduga ingin membalas dendam melalui serangan nyaris bunuh diri.