Home Lifestyle Ciri-ciri Orang dengan Low Emotional Intelligence: Kurang Peka
Lifestyle

Ciri-ciri Orang dengan Low Emotional Intelligence: Kurang Peka

Bagikan
Low Emotional Intelligence
Low Emotional Intelligence, Image: DALL·E 3
Bagikan

Melatih Mendengarkan Aktif

Mendengarkan aktif berarti fokus pada apa yang dikatakan, lalu memperhatikan intonasi dan ekspresi wajah. Cara ini meningkatkan kemampuan membaca sinyal emosional.

Memberikan Validasi Emosi

Validasi menunjukkan pengakuan terhadap perasaan orang lain. Tindakan ini menciptakan rasa diterima, bukan dihakimi.

Melatih Perspektif

Membiasakan diri melihat situasi dari sudut pandang orang lain membantu meningkatkan empati.

Penutup

Low emotional intelligence memengaruhi kualitas hubungan interpersonal dan efektivitas komunikasi.

 Kondisi ini bukan cacat personal, melainkan keterampilan sosial yang dapat berkembang melalui latihan kesadaran emosi, empati, dan observasi terhadap bahasa nonverbal.

Ketika kepekaan emosional meningkat, hubungan menjadi lebih hangat, komunikatif, dan penuh rasa saling memahami.

Referensi:

  1. Daniel Goleman. Emotional Intelligence.

  2. Mayer & Salovey. Emotional Intelligence Theory and Research.

  3. Harvard Business Review. Emotional Intelligence in Leadership.

  4. American Psychological Association. Emotional and Social Skills Overview.

  5. Verywell Mind. Understanding Emotional Awareness.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Napak Tilas dan Arsip Horor Pembantaian Rumah Pondok Indah

finnews.id – Rumah Pondok Indah pada tahun 90-an, sering diceritakan dari mulut...

Lifestyle

RedDoorz Pacu Pertumbuhan di Indonesia dengan Tambahan 100 Hotel Dikelola Langsung dan Optimalkan AI

Berdasarkan Indonesia Hospitality Real Estate Market Report dari Mordor Intelligence, hotel independen...

Lifestyle

Pekanbaru Peduli Hewan Peliharaan dengan Membuka Pet Hotel

finnews.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau melalui UPT...

Lifestyle

Rahasia Foshan di Tiongkok jadi Lahan Berburu Pecinta Furnitur Singapura

“Mengelola toko furnitur di Singapura itu mahal karena biaya sewa yang tinggi,...