Finnews.id – Pi Network dikabarkan telah mengumumkan Global Consensus Value (GCV) sebesar $314.159 di ajang TOKEN2049 Singapura 2025.

Pengumuman ini sontak membuat komunitas crypto heboh dan menjadikan Pi Coin sebagai salah satu aset digital yang paling banyak dibicarakan tahun ini.

Yang mengumumkan adalah salah satu pendiri Pi Network: Chengdiao Fan. Tema utama yang diusung bertajuk “Crypto Future: Liquidity to Utility: Web3 Pathways to Innovation.”

Even ini digelar pada 1–2 Oktober 2025. Chengdiao Fan menekankan proyek ini kini lebih fokus pada utilitas di dunia nyata daripada sekadar hype.

Ia juga menyoroti potensi blockchain untuk menyebarkan kemakmuran yang diciptakan oleh AI secara merata.

“Potensi paling berharga dari blockchain adalah kemampuannya untuk menyebarkan kemakmuran yang diciptakan AI secara merata,” jelas Chengdiao Fan.

Fan menyinggung perjalanan panjang Pi Network selama enam tahun hingga akhirnya merilis mainnet terbuka pada Februari 2025.

Ia juga membahas masalah desentralisasi keuangan yang menurutnya lebih banyak tentang ekstraksi nilai daripada penciptaan nilai.

Pi Network hadir untuk membatalkan hal ini dengan fokus pada aspek praktis dan mendorong pengembang untuk beralih dari proyek berbasis likuiditas ke ekosistem berbasis utilitas.

Simbol Visi Jangka Panjang Pi Network

Kabar penetapan GCV sebesar $314.159 langsung menjadi berita utama. Angka ini, yang didasarkan pada angka matematika π (3,14159), merupakan simbol visi jangka panjang Pi Network.

Kesesuaian ini membuat Pi Network selaras dengan kerangka keuangan internasional, yang dapat menciptakan akses terhadap layanan pembayaran lintas batas dan kolaborasi dengan organisasi yang berwenang.

Analis pasar melihatnya sebagai tanda Pi berusaha menggabungkan inovasi blockchain dengan legitimasi finansial. Berbeda dengan koin meme dan token spekulatif.

Fan menjelaskan Pi Network bermaksud menggunakan kecerdasan buatan dan blockchain bersama-sama untuk mencapai distribusi kekayaan yang adil di era produksi pasca-AI.