Finnews.id – Bali kembali jadi sorotan dunia! Ajang kripto paling bergengsi di dunia, Coinfest Asia 2026, resmi diumumkan akan digelar pada 20–21 Agustus 2026.
Acara ini siap menghadirkan pengalaman tak tertandingi. Memadukan teknologi Web3, edukasi, dan hiburan digital dalam satu perayaan besar.
Diselenggarakan Indonesia Crypto Network (ICN), satu-satunya agensi pemasaran Web3 di Tanah Air. Coinfest Asia kini bukan hanya festival kripto. Melainkan pusat pertemuan global bagi inovator, investor, dan komunitas blockchain dunia.
Setelah sukses mencetak sejarah pada tahun 2025 dengan lebih dari 11.000 peserta dari 90 negara. Ada 150 pembicara internasional dan 77 sponsor lintas industry.
Menurut Direktur ICN, Felita Setiawan, acara ini tidak hanya tentang berbicara soal masa depan kripto. Tetapi tentang mengalaminya secara langsung.
Menyatukan Edukasi, Inovasi dan Hiburan
Dengan konsep festival terbuka (open festival), Coinfest Asia dirancang agar peserta dapat terlibat langsung dalam setiap aspek dunia kripto.
Festival Dipenuhi Beragam Aktivitas Interaktif Seperti:
- Kompetisi live trading,
- AirDrop langsung,
- Zona gaming Web3,
- Hingga sesi jejaring di tepi pantai yang memadukan suasana santai dengan wawasan industri.
Salah satu sorotan tahun lalu adalah kompetisi live trading yang diikuti 275 peserta dengan volume transaksi mencapai Rp532 juta (32.000 USDT).
Rachel Conlan, Chief Marketing Officer Binance, yang menjadi pembicara di edisi sebelumnya, menyebut Coinfest Asia sebagai pengalaman luar biasa.
“Atmosfernya seperti festival, bukan sekadar konferensi. Ini tempat di mana energi, edukasi, dan hiburan berpadu dengan sempurna,” ujarnya.
Implementasi Nyata Teknologi Web3
Coinfest Asia berfokus pada transformasi ide menjadi adopsi nyata. Melalui inisiatif seperti Tokenize Indonesia, Coinfest mempertemukan BUMN besar.
Seperti BRI, Pegadaian, dan PosDigi dengan perusahaan blockchain global seperti Ripple dan Fireblocks untuk mengeksplorasi tokenisasi real-world asset (RWA).