Home Ekonomi Menteri Purbaya Blak-blakan Soal APBN: Saya Bukan Ganggu Kementerian, Tapi Jaga Uang Rakyat
Ekonomi

Menteri Purbaya Blak-blakan Soal APBN: Saya Bukan Ganggu Kementerian, Tapi Jaga Uang Rakyat

Bagikan
Menteri Purbaya Blak-blakan Soal APBN
Menteri Purbaya Blak-blakan Soal APBN--kemenkeu
Bagikan

Finnews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan langkahnya mendatangi sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) bukan untuk mengintervensi kebijakan.

Namun, memastikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berjalan optimal serta berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Purbaya menegaskan dirinya turun langsung ke lapangan. Tujuannya ingin memastikan uang rakyat digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

“Saya datang ke kementerian bukan untuk mengganggu kebijakan mereka. Saya hanya ingin memastikan dana APBN yang sudah dialokasikan benar-benar digunakan maksimal dan memberi dampak besar bagi ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” tegas Purbaya seperti dilihat dari YouTube Kementerian Keuangan pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Langkah Menteri Purbaya ini dilakukan setelah dirinya resmi dilantik sebagai Bendahara Negara pada 8 September 2025.

Sejak itu, ia aktif memantau sejumlah instansi. Di antaranya Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Serapan Rendah Terancam Revisi Anggaran

Purbaya menjelaskan, pemerintah tengah meninjau kemungkinan penarikan anggaran dari K/L yang penyerapan belanjanya masih rendah. Selanjutnya, dana itu dialihkan ke program lain yang lebih produktif.

Kementerian dan lembaga diberikan waktu hingga akhir Oktober 2025 untuk mempercepat realisasi belanja sebelum evaluasi dilakukan.

“Tujuan kita sederhana. Setiap rupiah harus menghasilkan manfaat. APBN bukan hanya angka di atas kertas. Tapi instrumen untuk pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Purbaya juga menyoroti masih banyaknya pemerintah daerah yang belum mampu mengelola anggaran secara efisien.

Ia menegaskan Kementerian Keuangan akan lebih proaktif memberikan pendampingan teknis kepada daerah agar tata kelola keuangan publik bisa lebih baik di masa depan.

“Beberapa minggu terakhir terlihat ada daerah yang belum mampu mengelola anggaran dengan baik. Karena itu, Kemenkeu akan lebih aktif mengajari cara mengatur dan membelanjakan anggaran secara benar,” ungkapnya.

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

finnews.id – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan serius. Indonesian Hotel General Manager...