Home Internasional Pertemuan Trump–Xi di Busan: Akankah Perang Dagang AS–China Berakhir?
Internasional

Pertemuan Trump–Xi di Busan: Akankah Perang Dagang AS–China Berakhir?

Bagikan
Perang Dagang
Perang Dagang, Image: Viarami Pixabay
Bagikan

Rare Earths dan Strategi Tahan Lama

Selain soal chip, China memegang kendali besar atas ekspor mineral langka atau rare earths, yang sangat penting untuk industri elektronik, energi hijau, dan pertahanan. Ketika Beijing membatasi ekspor bahan tersebut, Washington langsung merasakan tekanan. Trump kemudian menandatangani perjanjian baru dengan Jepang, Australia, dan Malaysia untuk memastikan pasokan alternatif.

Langkah China dianggap sebagai sinyal bahwa mereka tidak mau ditekan begitu saja. Xi ingin menunjukkan bahwa negaranya masih punya banyak kartu kuat dalam negosiasi. Sementara Trump ingin memperlihatkan ketegasan di mata publik Amerika, terutama menjelang pemilihan umum yang mendekat.

Meskipun begitu, ekonomi keduanya sama-sama butuh stabilitas. China tengah berhadapan dengan masalah pengangguran dan krisis properti, sedangkan Amerika menghadapi tekanan inflasi akibat biaya impor yang tinggi. Karena itu, pertemuan Trump–Xi di Busan bukan hanya soal politik, tetapi juga kebutuhan ekonomi yang mendesak bagi keduanya.

Menuju Truce Baru atau Sekadar Jeda?

Ekonom Tim Harcourt dari University of Technology Sydney menyebut bahwa pertemuan ini bisa menjadi “reset globalisasi pasca-Covid.” Ia menilai perundingan Busan berpotensi menghasilkan kesepakatan terbatas, seperti pengurangan sebagian tarif dan pembukaan akses pasar tertentu. Namun, ia juga mengingatkan bahwa siklus rivalitas AS–China tak akan benar-benar berakhir.

China masih ingin melindungi sektor industrinya dari tekanan eksternal, sementara Amerika terus berusaha mempertahankan posisi sebagai pemimpin ekonomi dunia. Dalam jangka panjang, setiap kesepakatan dagang hanya bersifat sementara jika tidak diiringi perubahan mendasar dalam cara kedua negara berinteraksi di bidang ekonomi dan teknologi.

Pertemuan Trump–Xi menjadi upaya penting untuk menenangkan pasar dan memberikan sinyal positif bagi dunia usaha. Namun semua pihak paham, perdamaian dagang ini rapuh. Masih ada banyak potensi gesekan baru, mulai dari isu keamanan siber, ekspor teknologi militer, hingga kebijakan mata uang.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Ekspor Korsel Tumbuh 48 Persen pada April, Ditopang Lonjakan Industri Chip

“Meskipun konflik di Timur Tengah telah mendorong impor minyak mentah naik untuk...

Internasional

Investasi Jumbo Dimulai: Jepang Teken Pinjaman Perdana USD2,2 Miliar untuk Proyek di AS

Tahap Awal Distribusi: Kedua negara akan membagi rata arus kas bebas yang...

Internasional

Cuma Modal Review Barang! Pekerja Konstruksi Ini Raup USD10 Ribu per Bulan dari Amazon Influencer

Rahasia Sukses: Video Mendalam dan Multi-Platform Apa yang membuat video Strahl berbeda?...

Internasional

Harga Minyak Dunia Meroket! Trump Lanjutkan Blokade Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Manuver Uni Emirat Arab dan Respons Federal Reserve Di tengah kemelut ini,...