Keputusan memindahkan aksi ke JCC diambil setelah mengevaluasi situasi pasca-kejadian ricuh yang terjadi antara 28 hingga 30 Agustus 2025 lalu.
“Belajar dari pengalaman 28 Agustus dan seterusnya, maka kami berkesimpulan bahwa situasi belum kondusif,” ungkap Said Iqbal.
Ia juga menegaskan bahwa pemindahan lokasi ke JCC merupakan inisiatif internal, tanpa adanya tekanan atau permintaan dari pihak manapun untuk menghindari potensi konflik atau kekacauan.
Langkah ini menunjukkan upaya para buruh untuk tetap menyuarakan tuntutan mereka secara masif dan terorganisir, namun tetap memprioritaskan keamanan dan ketertiban.