Pemerintah Jamaika melalui Office of Disaster Preparedness and Emergency Management (ODPEM) telah menetapkan kondisi darurat nasional. Ribuan warga dievakuasi ke tempat penampungan sementara karena banjir meluas di wilayah pesisir, termasuk St. Elizabeth dan Manchester.
Laporan dari Jamaica Gleaner menyebutkan, lebih dari 500.000 pelanggan listrik mengalami pemadaman total sejak badai mulai mendarat, membuat komunikasi dan logistik bantuan terhambat.
Kondisi rumah sakit menjadi perhatian utama karena banyak pasien yang tidak dapat dipindahkan dengan cepat. Sementara itu, tim penyelamat menghadapi kendala besar akibat jalan yang tertutup puing dan genangan air setinggi lutut.
Seorang pejabat kesehatan lokal mengatakan bahwa prioritas saat ini adalah memindahkan pasien kritis ke fasilitas medis yang masih berfungsi, meski jaraknya cukup jauh dari wilayah terdampak.
Di tengah situasi yang memprihatinkan, masyarakat Jamaika menunjukkan keteguhan dan semangat bertahan yang luar biasa. Beberapa tayangan video memperlihatkan warga tetap berusaha saling membantu, membersihkan puing, dan mengevakuasi lansia dari rumah-rumah yang roboh.
Namun demikian, otoritas memperingatkan bahwa ancaman cuaca ekstrem masih berlanjut, dan proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan.