3. Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Kopi hitam bersifat asam dan bisa mengiritasi lapisan lambung, terutama bila diminum saat perut kosong. Akibatnya, bisa muncul rasa perih, mulas, atau refluks asam (asam lambung naik).
Selain itu, kafein memiliki efek laksatif ringan yang membuat kamu lebih sering buang air besar. Jika terlalu sering, hal ini bisa mengganggu kenyamanan sistem pencernaan.
Tips: Minum kopi setelah makan dan hindari perut kosong agar lambung tidak mudah iritasi.
4. Mengganggu Kualitas Tidur
Kafein bisa bertahan lama di tubuh sekitar lima hingga sepuluh jam setelah diminum. Karena itu, minum kopi sore atau malam hari dapat mengganggu tidur malam, menyebabkan insomnia, atau membuatmu sering terbangun.
Kurang tidur dalam jangka panjang bisa menurunkan energi, memicu stres, dan menurunkan daya tahan tubuh.
Tips: Hindari minum kopi setelah pukul 15.00, terutama jika kamu sensitif terhadap kafein.
5. Menyebabkan Detak Jantung Tidak Teratur
Beberapa orang mengalami detak jantung tidak beraturan atau fibrilasi atrium akibat kelebihan kafein. Kondisi ini biasanya terjadi pada mereka yang minum kopi atau minuman energi dalam jumlah besar.
Jika kamu merasa jantung berdebar setelah minum kopi, segera kurangi asupan kafein dan konsultasikan dengan dokter.
Batas Aman Minum Kopi Setiap Hari
Menurut Food and Drug Administration (FDA), orang dewasa sehat disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein per hari, setara dengan empat hingga lima cangkir kopi ukuran sedang.
Sementara untuk ibu hamil atau menyusui, batasnya lebih rendah, yaitu sekitar 200 miligram per hari.
Jika kamu sedang minum obat-obatan seperti obat jantung, antibiotik, atau pil KB, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter, karena kafein bisa memengaruhi efektivitas obat.