Catatan Dahlan Iskan

Umur Baru

Bagikan
Umur Baru
Bagikan

Begitu pentingnya kehidupan. Hidup lebih penting dari mati.

Sembilan belas tahun lalu, saya masih berada di peraturan lama. Saya bisa dapat donor dari orang Tiongkok. Peraturan itu sudah diubah. Tidak lama setelah saya ganti hati keluar aturan baru: organ orang Tiongkok hanya untuk orang Tiongkok. Tidak boleh lagi untuk orang asing.

Tiongkok sendiri memerlukan donor sangat banyak. Maka kalau organ itu untuk orang asing penduduk setempat merasa diperlalukan tidak adil.

Robert Lai, orang Singapura kelahiran Hongkong, adalah orang yang merawat saya selama saya sakit operasi ganti hati. Juga setelahnya. Kini, ketika menemani seseorang itu, saya ingat apa saja yang dilakukan Robert pada saya. Giliran saya melakukannya pada orang itu.

Tentu saya bersyukur “hati baru” saya itu tetap sehat sampai sekarang. Tiga bulan lalu saya melakukan pemeriksaan lengkap di Beijing. Semua dinyatakan sehat.

Padahal, saat dinyatakan sukses operasi ganti hati dulu, saya sudah diberi tahu: benih-benih kanker mungkin saja masih ada di dalam darah saya. Ikut beredar di darah. Lalu akan hinggap lagi di ‘hati baru’. Lima tahun setelah operasi benih kanker itu bisa muncul lagi.

Saya pun siap mental menerima prediksi itu. Tidak masalah. Saya tetap bersyukur: bisa tambah umur lima tahun. Tidak jadi meninggal di umur 56 tahun.

Maka menjelang lima tahun setelah ganti hati pemeriksaan menyeluruh dilakukan. Di Tianjin. Hasilnya: tidak ada tanda-tanda bibit kanker kembali ke ‘hati baru’ saya.

Menjelang lima tahun kedua dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya: tetap sehat.

Lalu menjelang lima tahun ketiga diperiksa lagi: tidak ada tanda-tanda kankernya kembali.

Di luar pemeriksaan besar lima tahunan itu, setiap tahun saya check up yang lebih sederhana. Di Tianjin. Bahkan setiap tiga bulan melakukan pemeriksaan darah. Di Indonesia.

Tahun depan berarti menjelang tahun ke-20. Harus menjalani pemeriksaan yang menyeluruh lagi.

“It seems that human beings have wasted the lessons of the horrors of a nuclear Armageddon as some nuclear powers are now talking about a “survivable nuclear war”. How stupid human beings have become!!!”, tulis Robert Lai.

Bagikan
Artikel Terkait
penurunan nilai rupiah sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500. Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah
Catatan Dahlan Iskan

Guncangan Transisi

Mungkin itu memang ciri-ciri masa transisi. Tinggal kuat-kuatan. Apakah pemerintah kuat menghadapi...

"Tahu krowak": lambang aplikasi layanan publik milik kabupaten Sumedang. Ada 29 menu di dashboardnya. Mulai dari kas daerah sampai MBG.
Catatan Dahlan Iskan

Tahu Digigit

Sebenarnya Sumedang punya produk besar lain: Cilembu –ubi Cilembu. Dony pilih ”tahu...

Dari SMA itu Nara kuliah di Fisip Unas. Lalu ambil S-2 sosiologi di Valdosta State, Georgia, Amerika
Catatan Dahlan Iskan

Eulogy Lia

Suami saya benci melihat saya menangis. Dan ia ingin kita semua merayakan...

Pemakaman James F. Sundah sedang berlangsung di New York. Upacara itu berlangsung dua jam, berarti selesai pukul 06.00 pagi ini.
Catatan Dahlan Iskan

Life Wife

Lia sudah menyelesaikan naskah eulogy untuk James itu tapi masih dia pikir...