finnews.id – Jaringan restoran ternama asal Amerika Serikat, Hooters, resmi mengajukan kebangkrutan pada Senin (31/3/2025). Keputusan ini di ambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi keuangan guna menghadapi tantangan bisnis yang semakin berat di industri makanan dan minuman.
Dalam proses restrukturisasi ini, Hooters berencana menjual sekitar 100 restoran kepada dua kelompok pewaralaba utama. Kedua grup ini sebelumnya telah mengoperasikan sepertiga dari seluruh jaringan Hooters dan kini akan mengambil alih kendali atas restoran-restoran yang berlokasi di Tampa, Florida, serta Chicago.
CEO Hooters of America, Sal Melilli, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi perusahaan untuk memperkuat kondisi finansial serta mempertahankan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Pengumuman hari ini menjadi momen penting dalam memastikan fondasi keuangan Hooters tetap kuat, sehingga kami dapat terus memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami,” ujar Melilli.
Pengajuan kebangkrutan di lakukan melalui perlindungan Bab 11 di pengadilan Texas. Perlindungan ini memungkinkan Hooters tetap beroperasi selama proses restrukturisasi berlangsung. Perusahaan menargetkan penyelesaian restrukturisasi dalam waktu 90 hingga 120 hari ke depan.
Proses akuisisi ini juga akan melibatkan Neil Kiefer, CEO grup pewaralaba Hooters Inc., yang merupakan salah satu pendiri asli merek tersebut. Kiefer menyebut bahwa selama bertahun-tahun, kepemilikan Hooters berada di tangan pihak-pihak yang kurang memahami identitas dan nilai dari merek ini.
“Pembelian kembali ini adalah langkah untuk mengembalikan Hooters ke akarnya dan membawa merek ini ke arah yang lebih sesuai dengan visi awalnya,” ujar Kiefer.
Sebelumnya, pada 2019, Hooters sempat di akuisisi oleh Nord Bay Capital dan TriArtisan Capital Advisors. Namun, di tengah kondisi pasar yang semakin kompetitif, perusahaan mengalami tekanan finansial yang besar. Hooters bukan satu-satunya jaringan restoran yang mengalami kesulitan. Beberapa jaringan besar lain seperti BurgerFi dan Red Lobster juga telah mengajukan kebangkrutan dalam beberapa waktu terakhir, mencerminkan krisis yang tengah melanda industri restoran di Amerika Serikat.
Dengan langkah penjualan jaringan restoran ini, di harapkan Hooters dapat bertahan dan menyesuaikan diri dengan tantangan bisnis yang semakin dinamis. Keputusan ini menjadi upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional serta mempertahankan posisinya di industri kuliner global.