finnews.id – Ferrari melontarkan kritik keras terhadap perubahan aturan Formula 1 terbaru yang diterapkan FIA pada musim 2026. Tim berjuluk Kuda Jingkrak itu merasa keputusan tersebut justru merugikan mereka setelah berhasil menemukan solusi teknis yang membuat performa start mobil menjadi sangat kompetitif.
Perubahan regulasi itu berkaitan dengan prosedur start balapan. FIA memperkenalkan sistem baru bernama low power start detection untuk mencegah mobil mengalami akselerasi rendah secara tiba-tiba setelah kopling dilepas. Sistem tersebut diterapkan dengan alasan keselamatan setelah beberapa tim mengalami masalah saat start di awal musim.
Namun Ferrari menilai perubahan tersebut datang di waktu yang tidak tepat. Mereka merasa keuntungan yang diperoleh lewat pengembangan teknis kini berkurang akibat revisi regulasi mendadak.
Ferrari Sudah Lebih Dulu Temukan Solusi
Ferrari diketahui tampil sangat kuat dalam momen start sepanjang musim ini. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc beberapa kali mampu melesat cepat ketika lampu start padam.
Keunggulan itu disebut berasal dari keputusan Ferrari menggunakan desain turbo yang lebih kecil pada mobil F1 2026 mereka. Pendekatan tersebut membantu menghasilkan respons tenaga lebih instan saat start, sesuatu yang sempat menjadi masalah bagi beberapa tim lain.
Bos Ferrari, Fred Vasseur, menilai timnya seperti dihukum karena berhasil membaca regulasi lebih baik dibanding rival.
Ia mengungkapkan bahwa Ferrari sebenarnya sudah membahas persoalan tersebut bersama FIA sejak setahun lalu. Saat itu, FIA disebut menegaskan bahwa tim harus menyesuaikan mobil dengan aturan yang ada, bukan meminta aturan diubah demi kepentingan tertentu.
“Pada akhirnya saya merasa ini sedikit tidak adil bagi kami,” ujar Vasseur.
Menurutnya, Ferrari telah mengambil keputusan teknis penting dalam pengembangan mesin dengan mempertimbangkan aturan yang berlaku. Karena itu, perubahan regulasi di tengah jalan dianggap mengurangi hasil kerja keras mereka.
FIA Berdalih Demi Faktor Keselamatan
FIA tetap mempertahankan perubahan aturan tersebut dengan alasan keselamatan pembalap. Beberapa mobil sebelumnya sempat mengalami kehilangan tenaga saat start, situasi yang dinilai berpotensi memicu kecelakaan serius di grid.
Vasseur mengakui FIA memang memiliki hak penuh untuk melakukan revisi aturan jika berkaitan dengan keselamatan. Meski begitu, ia tetap merasa Ferrari menjadi pihak yang paling dirugikan.
Ferrari bahkan menilai beberapa rival terlalu membesar-besarkan masalah demi kepentingan politik di paddock Formula 1.
Vasseur menyebut ada sebagian tim yang mengeluhkan kondisi tersebut sebagai situasi “sangat berbahaya”, hingga akhirnya FIA memutuskan bertindak cepat.
“Itu dimainkan dengan sangat baik secara politik, tetapi tidak terlalu adil,” katanya.