finnews.id – Aprilia mulai menghadapi tekanan internal serius setelah insiden kontroversial antara Jorge Martin dan Raul Fernandez pada MotoGP Catalunya 2026 memicu pembahasan soal kemungkinan penerapan team order. Tabrakan sesama rider Aprilia itu dianggap merugikan tim dalam perebutan gelar dunia musim ini.
Insiden terjadi saat restart balapan di Sirkuit Barcelona. Jorge Martin dan Raul Fernandez sedang bertarung memperebutkan posisi kedua ketika keduanya bertabrakan di Tikungan 5 pada lap pembuka.
Fernandez mencoba masuk dari sisi dalam untuk melakukan overtake, tetapi kontak tidak bisa dihindari. Martin terjatuh, sementara Fernandez melebar keluar lintasan dan kehilangan momentum penting.
Steward FIM akhirnya menetapkan kejadian tersebut sebagai racing incident tanpa penalti tambahan.
Massimo Rivola Soroti Risiko yang Tidak Perlu
CEO Aprilia, Massimo Rivola, mengaku kecewa melihat duel agresif antara dua pembalap yang sama-sama membawa motor Aprilia.
Menurut Rivola, kedua rider sebenarnya bisa menghindari insiden tersebut, terutama karena situasi balapan masih sangat awal dan posisi mereka sedang menguntungkan tim.
Ia bahkan menyebut Raul Fernandez mengambil risiko yang terlalu besar dalam duel tersebut.
“Risiko yang diambil terasa tidak perlu. Kami kehilangan poin di semua sisi,” ujar Rivola kepada media resmi MotoGP.
Aprilia merasa kerugian bukan hanya dialami Jorge Martin yang gagal finis, tetapi juga Trackhouse Racing yang kehilangan peluang poin besar.
Situasi Paddock Memanas usai Balapan
Ketegangan langsung terasa di paddock Aprilia setelah balapan selesai. Jorge Martin disebut sempat meluapkan emosinya dan mendorong manajer tim Aprilia, Paolo Bonora.
Situasi itu kemudian mereda setelah Martin meminta maaf kepada pihak tim.
Sementara itu, Raul Fernandez merasa dirinya tidak sepenuhnya bersalah atas insiden tersebut. Ia menilai dirinya hanya memanfaatkan celah overtake yang tersedia.
Pandangan berbeda juga datang dari Davide Brivio selaku bos Trackhouse Racing. Menurutnya, insiden itu merupakan kecelakaan balap biasa yang melibatkan dua rider agresif yang sama-sama ingin mempertahankan posisi.
Brivio menilai Fernandez memiliki hak untuk mencoba menyalip karena ruang masih tersedia di tikungan.