Finnews.id – ENTERTAINMENT Menteri Kebudayaan ( MenBud ), Fadli Zon tengah membuka peluang pembahasan insentif pajak untuk rumah produksi asing yang ingin melakukan syuting di Indonesia.
Hal tersebut dinilai penting lantaran bertujuan agar Indonesia bisa bersaing dengan negara tetangga dalam menarik produksi film internasional.
Fadli Zon mengungkapkan bahwa pihaknya akan membicarakan kemungkinan pemberian Tax Rebate atau biasa disebut dengan Insentif Pajak dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
“Nanti akan saya bicarakan dengan Kementerian Keuangan apakah film-film dari luar yang ingin syuting di Indonesia bisa diberi semacam tax rebate atau diskon pajak, atau bisa juga pengembalian dari pajaknya,” ungkap Fadli ketika diwawancarai oleh pihak media pada Senin(18/5/2026).
Skema itu bisa berupa potongan pajak, ataupun pengembalian sebagian pajak bagi film asing yang melakukan produksi di Indonesia.
Menurut Fadli, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara sudah lebih dahulu menerapkan kebijakan serupa untuk menarik industri perfilman global.
Beberapa diantaranya adalah malaysia, Thailand, dan juga Singapura.
Implementasi kebijakan tersebut nantinya sangat bergantung pada aturan fiskal dan perpajakan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Keuangan.
Fadli juga mengatakan saat ini banyak pihak luar negeri yang tertarik melakukan pengambilan gambar di Indonesia.
Maka dari itu, menurut Fadli, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah perlu memberikan kemudahan perizinan dan dukungan terhadap kegiatan produksi film.
Ia menilai proses birokrasi yang rumit justru bisa membuat rumah produksi internasional memilih negara lain sebagai lokasi syuting.
Oleh sebab itulah, Pemerintah didorong untuk menciptakan iklim industri yang lebih kompetitif dan ramah investasi.