Finnews.id – Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Myochin Mitsuru, menegaskan bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai destinasi strategis untuk investasi jangka panjang, khususnya di sektor otomotif.
Dalam diskusi bersama media di Kedutaan Besar Jepang, Kamis (23/4), Myochin menyebut Indonesia termasuk tiga besar negara paling menjanjikan untuk investasi dalam satu dekade ke depan.
“Indonesia adalah negara ketiga yang menjanjikan untuk investasi jangka panjang, maksud saya satu dekade ke depan,” ujarnya.
Sektor Otomotif hingga Manufaktur
Menurut Myochin, minat perusahaan Jepang terhadap Indonesia terus meningkat. Dari berbagai sektor yang tersedia, industri otomotif menjadi salah satu yang paling potensial dan menarik perhatian investor.
Tak hanya itu, beberapa sektor lain juga dinilai memiliki prospek cerah, antara lain:
- Produk karet dan plastik
- Real estate
- Manufaktur
- Industri makanan
Ia menambahkan, perusahaan Jepang diperkirakan akan terus memperluas portofolio investasinya di berbagai sektor tersebut dalam waktu dekat.
“Kami memperkirakan berbagai macam investasi akan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia,” katanya.
Pernyataan ini muncul setelah pertemuan tingkat tinggi antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo bulan lalu.
Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen investasi besar dari Jepang ke Indonesia, yang diperkuat melalui forum bisnis yang juga dihadiri pelaku usaha dari kedua negara.
Dalam forum tersebut, sejumlah nota kesepahaman (MoU) berbasis business-to-business (B2B) berhasil ditandatangani dengan total nilai mencapai sekitar 23 miliar dolar AS atau setara Rp397,6 triliun.
“Sejumlah besar dana proyek telah dikucurkan oleh perusahaan Jepang untuk diinvestasikan di Indonesia,” jelas Myochin.
Prospek Cerah ke Depan
Dengan komitmen investasi yang terus mengalir, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pusat manufaktur dan industri otomotif di kawasan Asia.
Kepercayaan investor Jepang ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.