finnews.id – Jalan Raya Cilincing di Jakarta Utara yang kerap dijuluki Jalan Raya Cacing, sudah lama dikenal sebagai salah satu jalur dengan tingkat kepadatan tinggi.
Lalu lintas di kawasan ini didominasi truk trailer dan kontainer besar yang melintas hampir tanpa jeda, menciptakan situasi jalan yang menantang bagi pengendara sepeda motor.
finnews.id pun menyempatkan diri untuk mencoba jalur tersebut, Rabu 8 April 2026 dengan menggunakan sepeda motor.
Pada siang hari, kondisi jalan tampak semakin padat. Truk-truk bermuatan kontainer memenuhi jalur menuju pelabuhan, membuat ruang gerak kendaraan lain menjadi sangat terbatas.
Pengendara motor pun terpaksa bermanuver dengan ekstra hati-hati, meliuk di antara kendaraan besar demi tetap bisa melaju.
Tak sedikit yang menyebut kawasan ini sebagai jalur yang “hanya cocok untuk yang berani,” mengingat risiko yang mengintai di sepanjang perjalanan.
Di tengah kepadatan tersebut, mobil pribadi dan sepeda motor harus berbagi ruang dengan kendaraan berat, menciptakan potensi bahaya yang cukup tinggi.
Menariknya, banyak kendaraan termasuk truk besar tetap melaju dengan kecepatan yang relatif tinggi, berkisar antara 60 hingga 70 kilometer per jam saat jalanan padat.
Situasi ini tentu meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Sejak lama, Jalan Raya Cilincing memang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.
Salah satu penyebab utamanya adalah, bercampurnya berbagai jenis kendaraan dalam satu jalur tanpa pemisahan yang jelas.
Karena itu, keselamatan menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan. Bagi siapa pun yang harus melintasi jalan ini, penting untuk tetap waspada, menjaga kecepatan, serta menggunakan perlengkapan berkendara.