Home Nasional Biaya Kesehatan Lebih Tinggi dari Pendapatan Iuran, Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86% di Awal 2026
Nasional

Biaya Kesehatan Lebih Tinggi dari Pendapatan Iuran, Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86% di Awal 2026

Bagikan
Bagikan

finnews.id – BPJS Kesehatan mencatat lonjakan rasio klaim program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada awal 2026. Angka tersebut bahkan menjadi yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir, menandakan meningkatnya tekanan terhadap pembiayaan layanan kesehatan nasional.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan rasio klaim JKN telah mencapai 111,86% hingga Februari 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa biaya layanan kesehatan yang harus dibayar lebih besar dibandingkan pendapatan dari iuran peserta.

“Biaya pelayanan kesehatan kembali melampaui pendapatan iuran secara berkelanjutan dan bahkan dengan tren yang semakin meningkat,” ujar Prihati dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Rasio Klaim Terus Meningkat

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, rasio klaim JKN mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir:

  • 2018: 110,37%
  • 2019: 97,05%
  • 2020: 68,29%
  • 2021: 63,03%
  • 2022: 78,78%
  • 2023: 104,72%
  • 2024: 105,78%
  • 2025: 107,69%
  • 2026 (Februari): 111,86%

Setelah sempat membaik pada periode 2019–2021, rasio klaim kembali melonjak sejak 2023 dan terus berada di atas ambang 100%.

Potensi Defisit Kian Membesar

Menurut Prihati, tingginya rasio klaim ini berdampak langsung pada kondisi keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS). Jika tren ini terus berlanjut, potensi defisit akan semakin besar.

“Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka defisit akan terakumulasi dan menekan kesehatan DJS,” jelasnya.

Kondisi ini mencerminkan bahwa beban pembiayaan layanan kesehatan nasional semakin berat, seiring meningkatnya kebutuhan layanan masyarakat.

Biaya Layanan Lebih Tinggi dari Iuran

Lonjakan rasio klaim dipicu oleh meningkatnya biaya pelayanan kesehatan yang tidak sebanding dengan pemasukan iuran peserta. Hal ini membuat BPJS Kesehatan harus menanggung selisih biaya yang terus membesar.

Selain itu, peningkatan akses layanan kesehatan dan jumlah klaim peserta juga turut memengaruhi kenaikan rasio tersebut.

Kenaikan rasio klaim ini menjadi perhatian serius pemerintah dan DPR, mengingat keberlanjutan program JKN sangat bergantung pada keseimbangan antara pendapatan iuran dan biaya layanan.

Ke depan, berbagai langkah strategis kemungkinan akan dibahas, termasuk efisiensi layanan, penyesuaian iuran, hingga penguatan sistem pengelolaan klaim.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Nasional

Usai Dugaan Keracunan Massal MBG di Jaktim, KPAI Desak Investigasi Menyeluruh oleh BGN

finnews.id – Kasus keracunan massal yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis...

Nasional

Semeru Erupsi Lagi! Kolom Abu Membubung 1.000 Meter, Warga Diminta Waspada

finnews.id – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang,...

Nasional

Kabar Gembira! Presiden Prabowo Buka Istana Kepresidenan untuk Study Tour Pelajar, Begini Cara Daftarnya

finnews.id – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program “Istana untuk Siswa Sekolah”...

Presiden Prabowo
Nasional

Prabowo Turunkan Biaya Haji 2026 Rp2 Juta, Antrean Dipangkas Jadi Maksimal 26 Tahun

finnews.id – Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah berhasil menurunkan biaya haji tahun...