Finnews.id – Eksorsisme, atau pengusiran setan, selalu menjadi topik yang memicu rasa ingin tahu, ketakutan, sekaligus perdebatan.
Sering kali digambarkan secara dramatis dalam film-film horor Hollywood, praktik ini sebenarnya memiliki akar sejarah yang panjang dan makna spiritual yang dalam di berbagai kebudayaan di dunia.
Apa itu Eksorsisme?
Secara harfiah, eksorsisme adalah sebuah praktik keagamaan atau spiritual yang bertujuan untuk mengusir roh jahat, iblis, atau entitas gaib lainnya dari seseorang, tempat, atau benda yang diyakini telah dirasuki.
Sejarah Singkat Pengusiran Setan
Praktik eksorsisme bukanlah penemuan era modern. Jejak pengusiran roh jahat dapat ditemukan sejak awal peradaban manusia:
- Mesopotamia Kuno: Pendeta penyembuh yang disebut Ashipu menggunakan mantra dan ritual untuk mengusir iblis yang diyakini membawa penyakit.
- Mesir Kuno: Masyarakat Mesir kuno memiliki jimat dan membaca mantra-mantra khusus untuk melindungi diri dari roh jahat.
- Era Abad Pertengahan: Di Eropa, gangguan mental atau fisik yang tidak dapat dijelaskan sering kali langsung dikaitkan dengan campur tangan iblis, yang berujung pada meningkatnya ritual pengusiran setan secara drastis.
Eksorsisme dalam Berbagai Tradisi Agama
Meskipun istilah “eksorsis” sangat lekat dengan tradisi Barat, hampir semua agama besar memiliki bentuk ritual pembersihan roh jahatnya masing-masing.
1. Tradisi Katolik
Gereja Katolik Roma memiliki panduan resmi dan ketat mengenai ritual ini yang tertuang dalam buku De Exorcismis et Supplicationibus Quibusdam. Tidak sembarang orang bisa melakukan eksorsisme. Ritual ini hanya boleh dilakukan oleh seorang imam (pendeta) yang secara resmi ditunjuk oleh uskup setempat. Sebelum ritual dilakukan, Gereja mewajibkan evaluasi medis dan psikologis yang menyeluruh untuk memastikan bahwa korban tidak menderita penyakit mental.
2. Tradisi Islam
Dalam Islam, praktik yang mirip dengan eksorsisme dikenal dengan istilah Ruqyah. Praktik ini dilakukan dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Quran dan doa-doa perlindungan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ruqyah tidak hanya bertujuan untuk mengusir jin (makhluk gaib yang diyakini merasuki manusia), tetapi juga sebagai doa penyembuhan untuk penyakit fisik dan psikis (‘Ain atau sihir).