Home Lifestyle Waspada Varian Baru Covid 19 dari AS, Mampu Tembus Perlindungan Vaksin
Lifestyle

Waspada Varian Baru Covid 19 dari AS, Mampu Tembus Perlindungan Vaksin

Varian baru covid

Bagikan
Bagikan

Finnews.id – Perkembangan terbaru terkait pandemi Covid-19 kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya varian baru yang disebut BA.3.2 di Amerika Serikat.

Varian ini dilaporkan memiliki kemampuan untuk menghindari perlindungan dari vaksin yang saat ini digunakan, meski dampaknya terhadap tingkat keparahan penyakit masih terus diteliti.

Dikutip dari Independen, disebutkan bahwa varian BA.3.2 terdeteksi dari berbagai sumber, mulai dari usap hidung pelancong hingga sampel limbah.

Varian ini ditemukan pada empat pelancong Amerika, sembilan pasien klinis di sejumlah negara bagian, serta ratusan sampel air limbah di lebih dari 20 negara bagian.
Temuan ini mengindikasikan bahwa penyebarannya kemungkinan jauh lebih luas dari yang terpantau saat ini.

Varian ini merupakan turunan dari Omicron dan pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada tahun 2024.
Di Amerika Serikat, kasus awal terdeteksi pada Juni 2025 dari seorang pelancong asal Belanda.
Sejak September 2025, penyebarannya mulai meningkat dan kini telah dilaporkan di 23 negara.

Secara evolusi, BA.3.2 memiliki kemiripan dengan varian BA.2.86 yang sebelumnya berkembang menjadi JN.1—varian dominan sepanjang tahun 2024.
Namun, para peneliti menegaskan bahwa BA.3.2 secara genetik berbeda dari garis keturunan JN.1 yang selama ini beredar luas di Amerika Serikat.

Perbedaan genetik ini menjadi perhatian serius karena vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini dirancang untuk menargetkan subvarian JN.1.
Kondisi tersebut memunculkan kemungkinan perlunya pembaruan vaksin agar tetap efektif menghadapi varian baru.

BA.3.2 diketahui membawa sekitar 70 hingga 75 mutasi pada protein lonjakan (spike protein), bagian virus yang berfungsi untuk masuk ke dalam sel manusia.
Banyaknya mutasi ini diduga membuat virus lebih mudah menular sekaligus lebih mampu menghindari sistem kekebalan tubuh.

Hasil studi laboratorium menunjukkan bahwa varian ini memiliki kemampuan lebih besar dalam menghindari antibodi yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19. Para peneliti menyebut hal ini kemungkinan dipicu oleh perubahan pada struktur protein lonjakan.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Persaingan UTBK SNBT 2026 Lebih Ketat untuk Prodi Kedokteran Baru

Finnews.id – Data UTBK SNBT 2026 ungkap rasio ketat prodi kesehatan, dari...

Lifestyle

Warung Tutup Pasca Lebaran 2026, BliBli Berikan Solusi

Finnews.id – Momen pasca-Lebaran sering kali diwarnai dengan perubahan pola konsumsi masyarakat....

Lifestyle

Viral, Begini cara Guru di China Ajarkan Budi Pekerti

finnews.id – Di China, metode pendidikan budi pekerti atau moral (dikenal sebagai...

Lifestyle

Habis Lebaran Orang Sakit Bertambah, Apa sebabnya?

finnews.id – Hari Raya Idul Fitri identik dengan momen silaturahmi dan kumpul...