finnews.id – Hari Raya Idul Fitri identik dengan momen silaturahmi dan kumpul bersama keluarga besar.
Namun, di balik suasana hangat tersebut, tak sedikit orang justru jatuh sakit setelah lebaran.
Kondisi ini umumnya dipicu perubahan pola makan drastis selama hari raya. Aneka hidangan khas seperti opor, rendang, kue kering, hingga minuman manis kerap dikonsumsi berlebihan.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Khomeini Takdi Haruni, mengungkapkan bahwa banyak masyarakat mendadak flu dan batuk setelah Lebaran.
Salah satunya disebabkan tingginya interaksi sosial.
“Kalau yang pertama itu, gangguan kesehatan seperti flu atau batuk biasanya terjadi karena orang berkumpul dalam jumlah besar. Ketika ada satu orang yang sakit, penularannya jadi sangat mudah terjadi ke orang lain,” kata dia kepada wartawan, Minggu (22/3/2026).
Menurut pria yang akrab disapa dr Koko tersebut, aktivitas silaturahmi dari satu rumah ke rumah lain membuat risiko penularan penyakit relatif tinggi.
Pola makan yang berubah selama Lebaran juga berperan besar terhadap munculnya gangguan kesehatan, terutama masalah pencernaan.
“Orang biasanya mencoba banyak menu, icip sana-sini, mampir dari satu rumah ke rumah lain. Sumber makanannya jadi banyak, dan meskipun sebagian besar aman, bisa saja ada satu atau dua makanan yang kebetulan kurang cocok atau kualitasnya menurun,” jelasnya.
Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak dalam jumlah besar dapat memicu berbagai keluhan, seperti:
- Perut kembung
- Diare
- Mual
- Hingga kelelahan.