finnews.id – RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terbesar di Asia Tenggara, mempercepat pertumbuhannya di Indonesia dengan secara signifikan memperluas portofolio hotel yang dikelola langsung oleh perusahaan.
Setelah menjalankan pilot project yang sukses pada 2025, perusahaan kini terus mengakselerasi portofolio ini yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih unggul.
Saat ini, RedDoorz mengelola sekitar 100 hotel di Indonesia yang dioperasikan langsung dan menargetkan penambahan 100–150 properti lainnya hingga 2027. Seiring dengan ekspansi tersebut, RedDoorz juga terus memperkuat penerapan solusi berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga standar kualitas properti dalam skala besar.
Sebanyak 100 mitra properti tambahan tersebut akan beroperasi di bawah merek RedDoorz, SANS dan URBANVIEW.
SANS diposisikan sebagai brand hotel ekonomis dengan konsep lifestyle yang modern dan trendi, sementara URBANVIEW menyasar wisatawan perkotaan yang mencari akomodasi terjangkau dengan desain yang estetik dan nyaman.
Kedua brand ini diperkenalkan pada 2020 sebagai bagian dari strategi pertumbuhan multi-brand RedDoorz.
Hingga saat ini, RedDoorz mengelola 4.300 mitra properti di Indonesia dan Filipina, dengan target mencapai 4.700 mitra properti hingga akhir 2026.
Di Indonesia sendiri, jaringan mitra properti RedDoorz telah hadir di lebih dari 300 kota dan terus berkembang.
“Indonesia tetap menjadi salah satu pasar paling strategis dan potensial bagi RedDoorz, yang didorong oleh kuatnya permintaan perjalanan domestik serta meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang andal dan terjangkau,” ujar Amit Saberwal, Founder dan CEO RedDoorz.
“Melalui perluasan portofolio properti yang dikelola langsung oleh RedDoorz, kami memiliki kendali operasional yang lebih dalam sehingga mampu menghadirkan pengalaman menginap yang konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi unit bisnis. Teknologi, khususnya AI, akan menjadi faktor utama untuk mendukung skala ini, mulai dari menjaga kualitas layanan, mengoptimalkan operasional, hingga mendorong profitabilitas di jaringan mitra properti yang luas dan beragam secara geografis,” tambah Amit.