finneews.id – Samsung memperluas kapabilitas kecerdasan buatan di lini Galaxy dengan menghadirkan Perplexity AI sebagai agen tambahan dalam fitur Galaxy AI. Langkah ini mempertegas strategi Samsung dalam membangun ekosistem AI yang lebih terbuka, kontekstual, dan terintegrasi langsung di tingkat sistem operasi.
Mengutip laporan Gizmochina, Samsung mengembangkan Galaxy AI menjadi platform terbuka yang memungkinkan beberapa agen AI bekerja secara bersamaan dalam satu sistem. Dengan pendekatan tersebut, Galaxy AI tidak lagi berdiri sebagai fitur terpisah di masing-masing aplikasi, melainkan berperan sebagai pusat kendali yang menghubungkan berbagai layanan AI dalam satu pengalaman terpadu.
Galaxy AI Jadi Platform Terbuka
Samsung merancang Galaxy AI agar mampu memahami konteks penggunaan secara menyeluruh. Dengan begitu, sistem dapat memangkas tahapan yang biasanya harus dilakukan pengguna saat menyelesaikan tugas.
Sebagai contoh, pengguna tidak perlu lagi membuka beberapa aplikasi secara manual untuk menyusun jadwal, mencatat ide, atau mencari informasi. Galaxy AI akan membaca konteks aktivitas yang sedang berlangsung, lalu merespons secara alami sesuai kebutuhan.
Samsung menilai tren penggunaan AI semakin berkembang. Banyak pengguna memanfaatkan beragam aplikasi AI untuk tugas berbeda, mulai dari menulis, mencari informasi, hingga mengatur agenda. Oleh karena itu, Samsung menghadirkan kerangka kerja yang lebih fleksibel agar seluruh layanan tersebut dapat terintegrasi dalam satu sistem yang konsisten.
Perplexity Hadir di Galaxy Flagship
Sebagai bagian dari ekspansi ini, Samsung akan menyematkan Perplexity pada ponsel flagship Galaxy generasi mendatang. Pengguna dapat mengaktifkan asisten ini melalui perintah suara khusus atau pintasan perangkat keras, seperti menekan lama tombol samping.
Integrasi di tingkat sistem memungkinkan Perplexity bekerja lintas aplikasi bawaan Samsung. Setelah aktif, asisten tersebut dapat membantu pengguna di sejumlah aplikasi seperti Notes, Clock, Gallery, Reminder, dan Calendar.