finnews.id- Amerika Serikat dilaporkan menarik ratusan personelnya dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Informasi ini pertama kali diberitakan oleh The New York Times pada Jumat, mengutip sumber anonim dari Pentagon.
Selain dari Qatar, laporan tersebut juga menyebut adanya evakuasi pasukan dari Bahrain, lokasi markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS. Sementara itu, personel militer AS yang ditempatkan di Irak, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, serta Uni Emirat Arab dilaporkan masih tetap berada di pangkalan masing-masing.
Langkah penarikan ini dipandang sebagai upaya antisipatif di tengah meningkatnya ketegangan terkait potensi serangan Washington terhadap Iran. Teheran sebelumnya diperkirakan akan merespons setiap aksi militer dengan menargetkan pasukan AS yang berada di kawasan tersebut.
Hingga kini, Komando Pusat militer AS yang wilayah operasinya mencakup Iran dan sebagian besar kawasan sekitarnya belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Sementara itu, dalam surat yang dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB pada Kamis, kepala misi Iran untuk PBB menegaskan bahwa jika negaranya diserang, maka “semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di wilayah tersebut akan menjadi sasaran yang sah,” dan “Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali.”
Pangkalan Udara Al Udeid sendiri merupakan instalasi militer terbesar AS di Timur Tengah, dengan jumlah personel mencapai sekitar 10.000 tentara. *