finnews.id – Orang-orang dengan Kepribadian “Aneh” sebagai Dampak Keracunan Media Sosial atau Upaya Penipuan
Apa itu keracunan medsos? Merujuk pada kondisi di mana pengguna terlalu tergantung pada platform media sosial, hingga menyebabkan perubahan dalam pola pikir, perilaku, dan cara berinteraksi dengan orang lain. Beberapa perilaku yang muncul terkadang dianggap “aneh” oleh lingkungan sekitar, padahal merupakan dampak dari paparan berlebihan serta dinamika yang terjadi di dunia maya.
Seorang wanita berusia kurang dari 30 tahun dengan akun @meikatjeng berusaha berkenalan dengan seorang pria @dimzzz919 di sebuah biro jodoh di Instagram bernama @singlekatolik.
Awalnya si pria menerima niat baik dari sang wanita. Namun, lama kelamaan si wanita mulai menunjukkan sikap dan perbuatan yang penuh usaha penipuan.
Dengan penuh rasa curiga dan juga rasa takut tertipu, si pria akhirnya memutuskan menjauh dan mengakhiri hubungan dengan wanita tersebut.
Diduga, karena merasa tak terima lantaran tujuan belum tercapai, si wanita berkoar-koar di instagram dan menjelek-jelekkan si pria.
Sebagai tindak lanjut, si pria melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya pada Selasa 17 Februari 2026, atas dasar “Pencemaran Nama Baik” UU ITE.
UU ITE (Pasal 27A UU 1/2024): Mengatur pencemaran nama baik melalui Informasi Elektronik/Dokumen Elektronik (media sosial) dengan ancaman penjara yang berpotensi lebih tinggi.
Beberapa Perilaku yang Tampak “Aneh” dan Hubungannya dengan Medsos
– Terobsesi dengan tampilan diri dan konten yang dibagikan: Banyak orang yang menghabiskan berjam-jam untuk mengambil foto, menyunting konten, atau memikirkan caption yang “pas”. Beberapa bahkan merasa tidak nyaman jika tidak bisa membagikan aktivitas sehari-hari, hingga dianggap berlebihan atau terlalu fokus pada citra diri di dunia maya.
– Sulit berinteraksi secara langsung: Pengguna yang terlalu banyak berkomunikasi melalui layar cenderung kesulitan dalam kontak mata, ekspresi wajah, atau membaca isyarat non-verbal saat bertemu langsung. Hal ini bisa membuat mereka tampak tidak ramah atau bahkan “aneh” di lingkungan sosial offline.