Home Ekonomi Emas Antam Melejit Rp50 Ribu, Tembus Rp2,95 Juta per Gram
Ekonomi

Emas Antam Melejit Rp50 Ribu, Tembus Rp2,95 Juta per Gram

Bagikan
Harga Emas Antam Hari Ini
Bagikan

finnews.id – Harga emas batangan produksi PT Antam Tbk kembali menunjukkan penguatan. Berdasarkan pemantauan dari laman resmi Logam Mulia di Jakarta, Sabtu pukul 08.45 WIB, harga emas naik Rp50.000 per gram.

Kini, harga emas Antam berada di level Rp2.954.000 per gram, melonjak dari posisi sebelumnya Rp2.904.000 per gram. Kenaikan ini turut diikuti oleh harga beli kembali atau buyback yang ikut terkerek.

Untuk harga buyback, emas Antam dipatok Rp2.741.000 per gram. Seperti biasa, harga emas batangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Dalam setiap transaksi penjualan emas, terdapat ketentuan perpajakan yang harus diperhatikan. Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, seluruh transaksi penjualan emas batangan mulai dari ukuran 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram) dikenakan potongan pajak.

Bagi masyarakat yang menjual kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memiliki NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback tersebut dipotong langsung dari total nilai yang diterima.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, ketentuan pajaknya juga merujuk pada aturan yang sama. Pembeli dengan NPWP dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen, sedangkan non-NPWP dikenakan 0,9 persen. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong PPh 22.

Berikut rincian harga emas batangan Antam terbaru yang tercatat di laman Logam Mulia:

0,5 gram: Rp1.527.000

1 gram: Rp2.954.000

2 gram: Rp5.858.000

3 gram: Rp8.769.000

5 gram: Rp14.585.000

10 gram: Rp29.090.000

25 gram: Rp72.560.000

50 gram: Rp144.955.000

100 gram: Rp289.760.000

250 gram: Rp724.090.000

500 gram: Rp1.447.900.000

1.000 gram: Rp2.894.600.000

Kenaikan harga ini membuat emas kembali menjadi sorotan pelaku pasar dan investor ritel yang memantau pergerakan logam mulia sebagai instrumen lindung nilai. *

Bagikan
Artikel Terkait
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,08 persen ke level 6.396 pada penutupan perdagangan sesi I hari Selasa
Ekonomi

Tak Baik-baik saja, IHSG Jebol 3 Persen, Apa Penyebabnya?

Finnews.id – EKONOMI  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar...

Rupiah menjadi mata uang paling lemah karena adanya tekanan ganda yang datang dari kenaikan harga minyak serta kondisi domestik
Ekonomi

Rupiah Lemas Hari ini, Obligasi Ikut Gerah

Finnews.id – EKONOMI  Rupiah kembali jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...