finnews.id – Dirjen Masyita Crystallin Tinggalkan Kemenkeu, Gabung Danantara Sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan bahwa Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Masyita Crystallin telah resmi mengakhiri masa tugasnya dan bergabung dengan PT Danantara Investment Management (Persero) mulai 11 Februari 2026. Di Danantara, ia akan menjabat sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjan Toro, menyatakan bahwa penugasan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kebijakan publik dan investasi untuk mempercepat pendalaman sektor keuangan nasional. “Dengan pengalaman panjang di bidang makro-keuangan, stabilitas sistem keuangan, dan pengembangan kebijakan sektor keuangan berkelanjutan, Masyita diharapkan dapat memperkuat integrasi antara arah kebijakan ekonomi, prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), serta strategi investasi jangka panjang,” ujarnya.
Selama menjabat sebagai Dirjen SPSK sejak Mei 2025, Masyita terlibat dalam berbagai agenda reformasi sektor keuangan, seperti penguatan kerangka stabilitas sistem keuangan, pendalaman pasar keuangan domestik, hingga harmonisasi kebijakan dalam implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Sebelumnya, Masyita memiliki karir yang beragam di bidang akademik, pelayanan publik, dan sektor keuangan. Ia pernah menjadi dosen di Universitas Indonesia, konsultan di Bank Dunia, ekonom di Mandiri Sekuritas dan DBS Indonesia, serta Staf Khusus Menteri Keuangan untuk kebijakan fiskal dan makroekonomi serta perubahan iklim. Ia juga aktif di forum internasional, termasuk sebagai Wakil Ketua Koalisi Menteri Keuangan untuk Aksi Iklim.
Danantara sendiri adalah holding BUMN yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 dengan mandat utama mengelola dan mengoptimalkan aset negara, meningkatkan nilai investasi, serta menjadi mitra strategis investor global. Tujuannya adalah untuk mendukung pembangunan nasional dan memperkuat perekonomian Indonesia.