finnews.id – Fenomena Sinkhole di Indonesia: Penyebab, Dampak, dan Upaya Penanganannya
Sinkhole atau lubang runtuhan tanah adalah fenomena alam yang cukup sering terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Fenomena ini terjadi ketika lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah runtuh secara tiba-tiba, membentuk lubang dengan ukuran yang bervariasi—dari yang kecil hingga cukup luas dan dalam.
Daerah yang Rawan Sinkhole di Indonesia
Beberapa wilayah di Indonesia dikenal sebagai zona rawan sinkhole, antara lain:
– Jawa Barat: Khususnya di daerah Bandung, Cimahi, dan sekitarnya akibat kondisi geologi yang didominasi batuan kapur serta aktivitas ekstraksi air tanah yang tinggi.
– Yogyakarta: Wilayah seperti Sleman dan Bantul pernah melaporkan kejadian sinkhole akibat kombinasi faktor geologi dan penggunaan sumber daya air yang tidak terkontrol.
– Sumatera Selatan: Daerah Palembang dan sekitarnya juga mengalami kasus sinkhole, salah satunya terkait dengan aktivitas pertambangan serta erosi lapisan tanah.
– Kalimantan: Beberapa wilayah dengan kondisi tanah lunak dan aktivitas ekstraksi bahan tambang juga berisiko tinggi.
Penyebab Terjadinya Sinkhole di Indonesia
– Faktor Geologi Alami: Banyak wilayah di Indonesia memiliki lapisan batuan kapur atau gipsum yang mudah larut ketika bersentuhan dengan air. Proses pelarutan ini secara bertahap membentuk rongga di bawah permukaan tanah yang akhirnya runtuh jika tidak mampu menopang bobot di atasnya.
– Ekstraksi Air Tanah yang Berlebihan: Aktivitas pengeboran sumur bor skala besar untuk keperluan rumah tangga, pertanian, dan industri menyebabkan penurunan permukaan air tanah secara signifikan. Hal ini membuat lapisan tanah menjadi kering dan rapuh, meningkatkan risiko runtuhan.
– Aktivitas Manusia Lainnya: Pertambangan ilegal atau tidak terkontrol, pembangunan infrastruktur tanpa kajian geologi yang memadai, serta erosi akibat pembukaan lahan juga menjadi penyebab utama terjadinya sinkhole.
– Perubahan Iklim: Curah hujan yang tinggi dan tidak teratur dapat mempercepat proses pelarutan batuan serta mengendapkan air di dalam rongga tanah, yang akhirnya memicu runtuhan.