finnews.id – Memasuki bulan kedua tahun 2026, Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya peningkatan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Hasil Survei Konsumen BI periode Januari 2026 menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 127,0 atau tetap dalam zona optimistis (di atas 100). Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan Desember 2025 yang tercatat 123,5.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penguatan tersebut didorong oleh membaiknya dua komponen utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
“Masing-masing (IKE dan IEK) tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6,” tutur Ramdan kepada Disway dan media lainnya secara daring, Selasa, 10 Februari 2026.
Optimisme juga tercermin di sektor industri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Januari 2026 mencapai 54,12, naik 2,22 poin dari Desember 2025.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sejak IKI pertama kali diperkenalkan pada November 2022.
“Capaian ini juga lebih tinggi 1,02 poin dibandingkan Januari 2025, yang menandakan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek usaha di awal tahun,” ucap Febri.
Dari sisi kebijakan moneter, keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur 20–21 Januari 2026 dinilai memberi kepastian dan stabilitas bagi pelaku usaha. Kebijakan ini juga mendukung stabilitas nilai tukar rupiah serta target inflasi 2026–2027 di kisaran 2,5 persen ±1 persen.
Meski demikian, tekanan harga masih terlihat di akhir 2025. Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen secara tahunan dan 0,64 persen secara bulanan, dipengaruhi faktor musiman akhir tahun serta gangguan pasokan.