Home Ekonomi Awal 2026 Cerah, Keyakinan Konsumen dan Industri Kompak Menguat
Ekonomi

Awal 2026 Cerah, Keyakinan Konsumen dan Industri Kompak Menguat

Bagikan
Bank Indonesia diperkirakan tahan suku bunga di 4,75% hingga akhir 2026 demi stabilitas Rupiah.
Seorang pria berjalan di depan loby masuk geduang Bank Indonesia.
Bagikan

finnews.id – Memasuki bulan kedua tahun 2026, Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya peningkatan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Hasil Survei Konsumen BI periode Januari 2026 menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 127,0 atau tetap dalam zona optimistis (di atas 100). Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan Desember 2025 yang tercatat 123,5.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penguatan tersebut didorong oleh membaiknya dua komponen utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

“Masing-masing (IKE dan IEK) tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6,” tutur Ramdan kepada Disway dan media lainnya secara daring, Selasa, 10 Februari 2026.

Optimisme juga tercermin di sektor industri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Januari 2026 mencapai 54,12, naik 2,22 poin dari Desember 2025.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sejak IKI pertama kali diperkenalkan pada November 2022.

“Capaian ini juga lebih tinggi 1,02 poin dibandingkan Januari 2025, yang menandakan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek usaha di awal tahun,” ucap Febri.

Dari sisi kebijakan moneter, keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur 20–21 Januari 2026 dinilai memberi kepastian dan stabilitas bagi pelaku usaha. Kebijakan ini juga mendukung stabilitas nilai tukar rupiah serta target inflasi 2026–2027 di kisaran 2,5 persen ±1 persen.

Meski demikian, tekanan harga masih terlihat di akhir 2025. Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen secara tahunan dan 0,64 persen secara bulanan, dipengaruhi faktor musiman akhir tahun serta gangguan pasokan.

Bagikan
Artikel Terkait
Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...