finnews.id – Hubungan Antara Woody Allen dan Jeffrey Epstein: Interaksi Sosial yang Menimbulkan Pertanyaan
Hubungan antara sutradara film Woody Allen dan mantan pejabat keuangan yang dinyatakan bersalah pelanggar seksual, Jeffrey Epstein, telah menjadi sorotan publik setelah terungkapnya surat, jadwal, dan foto yang menunjukkan keduanya memiliki interaksi sosial yang cukup sering. Meskipun Allen menolak bahwa mereka adalah teman dekat, bukti yang terungkap menunjukkan keduanya sering bertemu di acara-acara dan pesta makan di rumah Epstein di Manhattan.
Bukti Interaksi Sosial yang Sering
Pertama kali terungkap melalui laporan The New York Times pada Agustus 2025, sebuah surat yang ditulis Allen untuk ulang tahun Epstein ke-63 pada 2016 menggambarkan pesta makan di rumah Epstein sebagai “selalu menarik” dengan tamu yang beragam, termasuk politisi, ilmuwan, komedian, dan tokoh kerajaan. Dalam surat itu, Allen bahkan menyamakan rumah Epstein dengan “Castle Dracula” karena sering dilayani oleh “beberapa gadis muda” yang mengingatkannya pada “vampir wanita” di film Dracula.
Selain itu, dokumen yang diperiksa The Wall Street Journal menunjukkan bahwa Allen dan Epstein berencana bertemu hampir setiap bulan antara 2014 dan 2015—waktu di mana Epstein sudah terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual setelah dinyatakan bersalah pada 2008. Keduanya juga berencana menonton film, mengunjungi studio seniman, dan menghadiri lelang bersama. Foto yang dirilis oleh Komite Pengawasan DPR AS pada Desember 2025 juga menunjukkan keduanya bersosialisasi dalam suasana yang lebih intim, seperti duduk bersama setelah makan malam.
Penjelasan dari Woody Allen
Dalam wawancara yang jarang dilakukan pada September 2025, Allen mengakui bahwa dia dan istri, Soon-Yi Previn, sering diundang ke pesta makan di rumah Epstein karena mereka tinggal di lingkungan yang sama di Upper East Side Manhattan. Dia mengatakan bahwa mereka tidak mengenal Epstein secara baik ketika pertama kali diundang pada Desember 2010—beberapa bulan setelah Epstein selesai masa penjara—dan berpikir bahwa Epstein adalah “tokoh penting” karena banyak orang berpengaruh yang merangkulnya.