finnews.id – Skandal Perselingkuhan Melempar Bayangan pada Dua Perusahaan Properti Singapura, Melvin Lim dan Grayce Tan Mundur
Skandal perselingkuhan yang melibatkan dua petinggi perusahaan properti ternama di Singapura, Melvin Lim dan Grayce Tan, telah menjadi sorotan publik sejak akhir Januari 2026. Kasus ini mencuat setelah video dan rekaman suara yang diduga menjadi bukti perselingkuhan mereka beredar luas di media sosial, mendorong keduanya untuk mengundurkan diri dari jabatan mereka di dua perusahaan sekaligus.
Siapa Melvin Lim dan Grayce Tan?
Melvin Lim, berusia 45 tahun dan sudah menikah dengan empat anak, adalah salah satu pendiri PropertyLimBrothers (PLB) – sebuah agen properti yang terkenal di Singapura sejak didirikan tahun 2017 bersama Adrian Lim. PLB dikenal melalui video tur rumah di media sosial yang menjadikan mereka populer. Selain itu, Lim juga mendirikan KW Singapore, sebuah agensi real estate waralaba dari Amerika Serikat, pada Juli 2025 dan menjabat sebagai kepala operasional.
Grayce Tan, seorang selebriti media sosial yang juga sudah menikah, menjabat sebagai Wakil Presiden Strategi di PLB dan Direktur Pertumbuhan di KW Singapore.
Kronologi Terbongkarnya Skandal
Terbongkarnya perselingkuhan berawal ketika dua karyawan PLB tanpa sengaja mendengar suara wanita yang setengah berteriak tertahan dari ruang kerja CEO Melvin Lim. Salah satu karyawan kemudian merekam suara tersebut, yang kemudian beredar di media sosial. Selain rekaman suara, video yang memperlihatkan Lim dan Tan keluar dari ruang kerja dengan ekspresi cemas juga menyebar, memperkuat spekulasi.

Dalam video yang viral, terlihat Tan keluar terlebih dahulu dari ruangan, diikuti Lim yang membawa tisu basah dan kemudian mengunci pintu. Warganet juga menemukan sejumlah foto dan video liburan keduanya yang menunjukkan kebersamaan, yang menambah kecurigaan masyarakat.
Tanggapan dan Pengunduran Diri
Pada 26 Januari 2026, tangkapan layar pesan yang diduga berasal dari Lim kepada tim PLB beredar di Reddit. Dalam pesan itu, Lim mengakui telah membuat “kesalahan pribadi yang melanggar batasan” dan meminta maaf atas kekecewaan yang ditimbulkan. Dia menyatakan akan mengambil cuti selama beberapa bulan untuk memulihkan hubungan dengan keluarga dan mengundurkan diri dari jabatan di PLB.