finnews.id – Fenomena Anak Muda Memakai Gas Tertawa karena FOMO
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena yang cukup mengkhawatirkan di kalangan anak muda: penggunaan gas tertawa atau nitrous oxide (N2O) sebagai sarana hiburan. Praktik ini sering dikaitkan dengan FOMO (Fear of Missing Out), yaitu rasa takut ketinggalan tren, pengalaman, atau pengakuan sosial. Dorongan untuk terlihat “gaul” dan relevan di media sosial membuat sebagian anak muda rela mencoba hal-hal berisiko, termasuk menghirup gas tertawa.
Apa Itu Gas Tertawa?
Gas tertawa atau nitrous oxide sebenarnya bukan zat baru. Dalam dunia medis, gas ini digunakan sebagai anestesi ringan dan pereda nyeri, terutama dalam prosedur gigi. Di industri makanan, N2O juga dipakai sebagai bahan pengisi tabung krim kocok. Namun, penyalahgunaan gas ini untuk tujuan rekreasional jelas berada di luar konteks aman dan legal penggunaannya.
FOMO dan Tekanan Sosial Anak Muda
FOMO menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perilaku berisiko di kalangan generasi muda. Media sosial berperan besar dalam membentuk persepsi bahwa kebahagiaan, kesenangan, dan penerimaan sosial hanya bisa diraih dengan mengikuti tren tertentu.
Ketika video pesta, konser, atau nongkrong yang menampilkan penggunaan gas tertawa viral, muncul tekanan tak langsung bagi anak muda lain untuk ikut mencoba. Mereka khawatir dianggap ketinggalan zaman, tidak asyik, atau tidak termasuk dalam lingkaran pertemanan tertentu.
Mengapa Gas Tertawa Dianggap Menarik?
Ada beberapa alasan mengapa gas tertawa mudah menarik perhatian anak muda:
1. Efek instan – Sensasi euforia dan tawa muncul dalam hitungan detik.
2. Harga relatif terjangkau – Dibandingkan narkotika lain, gas tertawa dianggap lebih mudah diakses.
3. Salah kaprah soal keamanan – Banyak yang mengira gas tertawa aman karena digunakan di dunia medis.
4. Normalisasi di media sosial – Konten hiburan membuat penggunaannya terlihat lucu dan tidak berbahaya.
Risiko Kesehatan yang Mengintai
Di balik kesan “ringan” dan “aman”, penggunaan gas tertawa secara sembarangan menyimpan berbagai risiko kesehatan serius, antara lain:
- Pusing, mual, dan kehilangan kesadaran
- Kerusakan saraf akibat kekurangan vitamin B12
- Gangguan pernapasan dan jantung
- Risiko kecanduan psikologis
- Dalam kasus ekstrem, dapat berujung pada kematian
Sayangnya, risiko-risiko ini jarang ditampilkan dalam konten media sosial yang viral, sehingga anak muda tidak mendapatkan gambaran utuh tentang bahayanya.