Finnews.id – Hari Valentine yang identik dengan makan malam romantis berdua kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Laporan terbaru dari riset OpenTable menunjukkan bahwa Gen Z tengah memimpin perubahan besar dalam cara dunia merayakan hari kasih sayang pada 14 Februari 2026 mendatang.
Alih-alih terjebak dalam tradisi lama, mayoritas responden kini melihat Valentine sebagai momen untuk merayakan semua jenis hubungan, mulai dari sahabat, keluarga, hingga cinta terhadap diri sendiri.
Persahabatan Jadi Primadona Baru
Data menunjukkan tren Galentine’s Day (merayakan bersama teman perempuan) atau Palentine’s Day meningkat tajam. Sebanyak 70 persen Gen Z meyakini bahwa Valentine adalah momen untuk merayakan semua bentuk koneksi sosial. Bahkan, reservasi meja makan untuk perayaan persahabatan pada 13 Februari tahun lalu tercatat melonjak hingga 34 persen.
Fenomena “soft-launching” pertemanan baru melalui makan malam bersama juga menjadi tren unik tahun ini. Sebanyak 43 persen orang yang merayakan Valentine bersama teman mengaku menggunakan momen ini untuk mempererat ikatan persahabatan yang baru terjalin.
Solo Dining dan Me Time: Bentuk Tertinggi Kasih Sayang
Makan sendirian di restoran saat Hari Valentine kini bukan lagi hal yang dianggap tabu atau memalukan. Sebaliknya, solo dining menjadi simbol self-love atau apresiasi terhadap diri sendiri. Riset mengungkap bahwa 58 persen masyarakat Amerika melihat makan sendirian di Hari Valentine sebagai hal yang wajar secara sosial.
Angka ini didominasi oleh Gen Z (69%) dan Milenial (68%). Tahun lalu saja, jumlah reservasi meja untuk satu orang di platform OpenTable naik signifikan sebesar 35 persen. Hal ini membuktikan bahwa banyak orang kini lebih memilih “berkencan” dengan diri mereka sendiri di restoran favorit.
Kecocokan Kuliner: “Green Flag” dalam Hubungan
Hal menarik lainnya adalah munculnya istilah “Culinary Compatibility” atau kecocokan kuliner. Sebanyak 55 persen responden menganggap kesamaan selera makan memainkan peran penting dalam sebuah hubungan. Bagi Gen Z, angka ini bahkan menyentuh 67 persen.