Home Lifestyle Filosofi di Atas Piring: 10 Makanan Pembawa Keberuntungan Saat Tahun Baru Imlek
Lifestyle

Filosofi di Atas Piring: 10 Makanan Pembawa Keberuntungan Saat Tahun Baru Imlek

Bagikan
Makanan simbolik Tahun Baru Imlek
Bukan sekadar hidangan, inilah 10 makanan simbol keberuntungan saat Tahun Baru Imlek, mulai dari Mie Panjang hingga Ikan utuh yang melambangkan rezeki berlimpah.Foto:Ilust/Unsplash@ martin becker
Bagikan

Finnews.id – Perayaan Tahun Baru Imlek atau Spring Festival identik dengan momen berkumpulnya keluarga besar di meja makan. Bagi masyarakat Tionghoa dan berbagai budaya Asia lainnya, setiap hidangan yang tersaji memiliki makna filosofis yang mendalam.

Makanan-makanan ini dianggap sebagai doa dan harapan untuk kesehatan, kemakmuran, hingga umur panjang di tahun yang baru.

Berikut adalah 10 makanan simbolik yang wajib ada dalam perayaan Lunar New Year:

1. Mie Panjang (Longevity Noodles)

Dikenal dengan sebutan Changshou Mian, mie ini melambangkan umur panjang. Tradisinya, mie tidak boleh terputus saat dimasak maupun dimakan sebagai simbol kesehatan yang terus menyambung tanpa henti.

2. Ikan Utuh (Fish)

Dalam bahasa Mandarin, kata ikan (Yu) terdengar seperti kata “kelebihan” atau “surplus”. Menyajikan ikan secara utuh melambangkan harapan agar rezeki selalu berlimpah dan tersisa untuk ditabung setiap tahunnya.

3. Pangsit (Dumplings / Jiaozi)

Bentuk pangsit menyerupai Yuanbao atau batangan emas kuno. Masyarakat meyakini bahwa semakin banyak pangsit yang Anda makan saat Imlek, semakin banyak kekayaan yang akan terkumpul di masa depan.

4. Buah Sitrus (Jeruk, Tangerine, Pomelo)

Jeruk dan tangerine menjadi simbol kemakmuran. Selain warnanya yang menyerupai emas, bunyi nama buah ini dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata “keberuntungan” dan “sukses”.

5. Lumpia Emas (Spring Rolls)

Lumpia goreng yang berwarna kuning keemasan sekilas terlihat seperti batangan emas. Hidangan renyah ini merupakan simbol klasik untuk kemakmuran dan kekayaan materi.

6. Nian Gao (Kue Beras Lengket)

Kue keranjang atau Nian Gao memiliki arti harfiah “tahun yang lebih tinggi”. Mengonsumsi kue ini melambangkan harapan akan kenaikan posisi, baik dalam karier, pendapatan, maupun pertumbuhan pribadi anak-anak.

7. Bola Beras Manis (Tangyuan)

Hidangan bola beras ketan dalam sirup manis ini adalah menu wajib, terutama saat Festival Lampion. Bentuknya yang bulat sempurna melambangkan reuni, persatuan keluarga, dan kebersamaan yang utuh.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Lifestyle

Laris tapi Untungnya Beda: Adu Cuan Ternak Ikan Patin vs Ikan Gabus

finnews.id – Saat membandingkan ikan patin vs ikan gabus mana lebih menguntungkan...

Lifestyle

Dari Ritual Sakral hingga Pesta Rakyat: Pesona Festival Budaya yang Tak Pernah Pudar

finnews.id – Perayaan dan Festival Budaya: Cermin Identitas dan Kekayaan Tradisi Masyarakat...

Lifestyle

Tahukah Anda? Kalender Lunar Ternyata Lebih Tua dari Kalender Masehi

finnews.id – Kalender Lunar: Sejarah, Sistem, dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Manusia Kalender...

Lifestyle

Jelang Imlek 2026, Fenomena Langit Ini Dipercaya Bawa Pertanda Khusus

finnews.id – Fenomena Langit Jelang Imlek 2026 jadi Pertanda Alam, Sains, dan...