finnews.id – Hari Kamis, 22 Januari 2026, menjadi momen pahit bagi ONIC Esports dan jungler andalannya, Kairi “Kairi” Rayosdelsol, ketika timnya tersingkir dari ajang M7 World Championship setelah kalah 1–3 dari Team Liquid Philippines di babak Lower Bracket Knockout.
Sebagai pemain kunci dan salah satu bintang tim, Kairi tampil dengan seluruh kemampuannya. Momen terbaiknya terlihat di Game 3, di mana ia mampu membawa tim meraih kemenangan dominan 21–5 — satu-satunya kemenangan ONIC dalam seri tersebut. Namun secara keseluruhan, TLPH tampil lebih disiplin, agresif, dan konsisten dalam mengamankan objektif, sehingga ONIC kerap kesulitan mengembangkan permainan mereka.
Kekecewaan Mendalam dan Refleksi Profesional
Kekalahan ini jelas bukan hasil yang diinginkan Kairi dan ONIC. Sebagai juara nasional dan salah satu tim favorit di M7, tersingkir di lower bracket menjadi momen emosional. Bagi Kairi, ini bukan sekadar kekalahan biasa — ini adalah akhir dari perjalanan tim di turnamen dengan persaingan paling tinggi dalam setahun. Beberapa poin penting mencerminkan perasaan dan refleksi Kairi:
1. Kekecewaan atas Performa Tim yang Tertahan
Meski mampu tampil bagus di beberapa game, ONIC gagal mempertahankan momentum secara konsisten. Kekalahan ini membuat Kairi merasakan betapa sulitnya mengeksekusi strategi di turnamen besar ketika lawan menemukan ritme permainan yang superior.
2. Rasa Bangga pada Usaha Tim
Walaupun hasilnya tidak memihak ONIC, Kairi pasti merasa bangga dengan cara timnya terus berjuang hingga batas terakhir. Kemenangan dominan di Game 3 menjadi bukti bahwa ONIC tidak menyerah, bahkan ketika tekanan hidup-mati semakin berat.
3. Tantangan Mental sebagai Profesional
Kairi sudah dikenal sebagai pemain yang punya mental kuat dan ambisi besar. Kekalahan ini bukan hanya ujian teknik, tapi juga ujian mental profesionalitas — bagaimana bangkit dari kekalahan besar dan mempelajari apa yang salah untuk bisa kembali lebih kuat di turnamen berikutnya.
Reaksi Komunitas dan Fans
Reaksi dari komunitas Mobile Legends mencerminkan campuran antara dukungan dan empati untuk Kairi. Banyak penggemar merasa bahwa meskipun ONIC kalah, Kairi telah menunjukkan performa terbaiknya dan tetap berjuang. Ada pula yang menyoroti dominasi Team Liquid PH serta keputusan strategi yang membuat ONIC kesulitan. Dukungan moral dari fans ini kemungkinan besar menjadi salah satu hal yang dirasakan Kairi di masa setelah pertandingan.
- Analisis Pertandingan
- Berita Esports
- Dukungan Fans
- Dunia Game
- Esports Filipina
- Esports Indonesia
- Isu Esports
- kairi
- Kekalahan ONIC
- Kekecewaan Pemain
- Kompetisi Internasional
- Lower Bracket M7
- m7 world championship
- Mental Pemain
- MLBB Esports
- Mobile Legends
- ONIC Esports
- ONIC vs Liquid PH
- Perasaan Kairi
- Performa Kairi
- Perjuangan Tim
- Profesionalisme Atlet
- Sorotan Esports
- Team Liquid Philippines
- Turnamen MLBB