Home News Black Box Pesawat IAT ATR 42-500 Berhasil Ditemukan
News

Black Box Pesawat IAT ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Bagikan
Black Box Pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan (basarnas)
Bagikan

finnews.id – Upaya pencarian panjang di medan ekstrem Sulawesi Selatan akhirnya membuahkan hasil signifikan. Tim SAR Gabungan resmi menemukan Black Box (kotak hitam) pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Penemuan ini menjadi kunci utama bagi para investigator untuk mengungkap misteri di balik jatuhnya pesawat nahas tersebut.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi bahwa perangkat krusial ini ditemukan pada Selasa pukul 11.00 WITA.

“Benar, kotak hitam sudah ditemukan pukul 11.00 WITA,” tegas Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, dalam keterangan resminya di Jakarta.

Terjepit di Antara Puing Ekor Pesawat

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Dody Triyo Hadi, mengungkapkan bahwa posisi black box ditemukan masih berada di dalam bagian ekor pesawat yang hancur.

Lokasi penemuan bukanlah area yang mudah dijangkau. Tim khusus yang terdiri dari TNI, Basarnas, dan relawan harus melakukan pendakian ke titik koordinat yang memiliki kemiringan sangat terjal.

Kondisi Fisik: Perangkat masih berada di dudukannya namun bagian ekor pesawat sudah terpisah akibat hantaman keras.

Aksesibilitas: Lokasi hanya bisa dipantau secara visual dari kejauhan sebelum tim darat berhasil mencapai titik tersebut.

Membawa black box keluar dari lokasi kejadian adalah tantangan besar lainnya. Tim SAR harus bertarung dengan:

  • Medan Curam: Jalur evakuasi melewati jurang perbukitan yang licin.
  • Cuaca Tidak Menentu: Kabut dan hujan di area Gunung Bulusaraung seringkali menghambat pergerakan.

Waktu Tempuh: Dibutuhkan waktu sedikitnya 3 jam perjalanan kaki untuk membawa kotak hitam dari titik jatuh ke Posko SAR di Desa Tompobuli.

Setelah berhasil diturunkan, barang bukti penting ini langsung diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dilakukan analisis mendalam.

Bagi KNKT, black box adalah “saksi bisu” yang tidak bisa berbohong. Perangkat ini terdiri dari dua bagian utama yang akan membedah detik-detik terakhir sebelum kecelakaan:

  • Flight Data Recorder (FDR): Mencatat parameter teknis seperti ketinggian, kecepatan, dan kondisi mesin.
  • Cockpit Voice Recorder (CVR): Merekam percakapan pilot serta suara-suara di dalam kokpit.

Data dari kedua perangkat ini akan direkonstruksi untuk mengetahui apakah kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia (human error), kegagalan teknis, atau faktor cuaca buruk.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
News

Potongan Tubuh Korban Ketiga Pesawat ATR Ditemukan di Kedalaman Jurang 1.000 Meter

finnews.id – Perjuangan Tim SAR Gabungan di medan ekstrem Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi...

EkonomiNews

Demi Iklim Investasi, KPK Pastikan Status Hukum Proyek Properti Meikarta

finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa status hukum proyek properti...

NewsViral

Gaji Kalah dengan Pegawai MBG, Guru Honorer Mengeluh

finnews.id – Baru-baru ini viral di media sosial, sejumlah guru honorer menyuarakan...

News

Belum Selesai, Black Box ATR 42-500 Masih Dalam Pencarian

finnews.id – Tragedi kecelakaan pesawat IAT, ATR 42-500 di Sulawesi Selatan meninggalkan...