Finnews.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan keras terhadap Iran dalam wawancara eksklusif bersama NewsNation, Selasa 20 Januari 2026 Waktu setempat, bertepatan dengan refleksi satu tahun pertama masa jabatan keduanya. Trump menyatakan telah memberi instruksi tegas agar Iran menghadapi pembalasan total jika terjadi ancaman terhadap keselamatannya.
Dalam perbincangan dengan pembawa acara Katie Pavlich, Trump menyinggung adanya ancaman pembunuhan yang dikaitkan dengan Iran. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan ragu mengambil tindakan ekstrem jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan.
“Saya sudah memberikan instruksi yang sangat tegas. Jika sesuatu terjadi, mereka akan dihapus dari muka bumi,” ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Pernyataan itu menambah deretan retorika keras Trump terkait kebijakan luar negeri, khususnya terhadap Iran. Meski demikian, Trump tidak menyampaikan adanya rencana serangan militer langsung dalam waktu dekat, melainkan menggambarkan ancaman tersebut sebagai bentuk peringatan dan pencegahan.
Trump juga mengkritik pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden Joe Biden yang dinilainya tidak cukup tegas dalam merespons ancaman terhadap pejabat tinggi Amerika Serikat. Menurutnya, pendekatan yang lebih keras diperlukan untuk menjaga keamanan nasional dan memberi efek jera terhadap negara-negara yang dianggap bermusuhan.
Selain isu Iran, wawancara tersebut juga membahas berbagai topik lain, mulai dari pengurangan besar-besaran pegawai federal, penegakan imigrasi, kemungkinan penerapan Insurrection Act, hingga kembali mencuatnya wacana akuisisi Greenland demi kepentingan pertahanan Amerika Serikat.
Pernyataan Trump mengenai Iran diperkirakan akan memicu reaksi luas di tingkat internasional, mengingat hubungan Washington–Teheran yang sejak lama diwarnai ketegangan. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait ancaman yang disampaikan Trump dalam wawancara tersebut.