Finnews.id – Pemain bertahan Fenerbahce, Jayden Oosterwolde, resmi dijatuhi hukuman penjara percobaan selama satu tahun oleh otoritas hukum terkait. Keputusan ini menyusul keterlibatan pemain keturunan tersebut dalam aksi kekerasan serius yang terjadi usai laga panas antara Galatasaray melawan Fenerbahce pada 19 Mei 2024 lalu.
Melansir laporan media Belanda, Voetbal Primeur, Oosterwolde tidak sendirian. Rekan setimnya, Mert Yandas, beserta tiga orang lainnya termasuk mantan dokter klub dan putra mantan pelatih Ismail Kartal, turut menerima vonis serupa.
Kronologi Pengeroyokan di Stadion
Insiden bermula saat para pemain Fenerbahce merayakan kemenangan atas rival abadi mereka dengan mencoba membentangkan spanduk di tengah lapangan. Langkah ini dihalau oleh petugas keamanan stadion. Situasi yang awalnya tegang berubah menjadi anarkis ketika terjadi baku hantam massal.
Dalam keributan tersebut, Direktur Stadion Galatasaray, Ali Celikkiran, menjadi korban pengeroyokan. Laporan medis menunjukkan Celikkiran menderita luka parah, termasuk patah tulang leher akibat tendangan dan pukulan yang dilakukan secara bersama-sama oleh para terdakwa.
Jaksa penuntut Turki awalnya menuntut hukuman penjara antara dua hingga enam tahun. Namun, pengadilan akhirnya menetapkan hukuman penjara percobaan dengan pengawasan ketat, yang memungkinkan para atlet tersebut tetap beraktivitas dengan syarat tidak mengulangi tindak pidana.
Pernah Menolak Panggilan Timnas Indonesia
Seiring dengan mencuatnya kasus hukum ini, profil Jayden Oosterwolde kembali menjadi sorotan media internasional, termasuk media Vietnam, thethao247.vn. Mereka kembali mengulas keputusan pemain kelahiran 2001 itu yang pernah menolak tawaran naturalisasi dari PSSI.
Dalam wawancara terdahulu bersama ELF Voetbal dan ESPN, Oosterwolde mengakui bahwa asisten pelatih Timnas Indonesia sudah menghubungi dirinya secara personal. Namun, ia secara konsisten menutup pintu bagi skuad Garuda maupun negara leluhurnya yang lain, Suriname.
“Bermain untuk tim nasional Indonesia atau Suriname tidak ada dalam rencana saya. Tujuan utama dalam karier saya adalah mengenakan kaus oranye tim nasional Belanda. Itu adalah impian saya,” tegas bek yang kini merumput di bawah asuhan Jose Mourinho tersebut.
- Berita Bola Internasional
- FC Twente
- Fenerbahce
- Hukum Belanda
- hukuman percobaan bek Fenerbahce Oosterwolde
- Jayden Oosterwolde
- Jayden Oosterwolde hukuman penjara percobaan
- kasus hukum Jayden Oosterwolde di Belanda
- kronologi penganiayaan pemain FC Twente 2021
- masa depan Jayden Oosterwolde di Timnas Indonesia
- Penganiayaan